Kemoterapi Biasanya Bikin Rambut Rontok, Kepala Botak Sutopo Purwo Nugroho Malah Tumbuh Rambut

pria asal Boyolali itu menceritakan bahwa sebelum melakukan kemoterapi dia mengalami kebotakan menahun.

Kemoterapi Biasanya Bikin Rambut Rontok, Kepala Botak Sutopo Purwo Nugroho Malah Tumbuh Rambut
Kompas.com/ Twitter @sutopo_PN
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho tengah berjuang melawan kanker paru stadium 4B. 

"Saya memang perokok pasif. Lingkungan sekitar saya banyak yang merokok. Kalau saya tidak. Kata dokter bisa jadi karena itu penyakitnya," tutur Sutopo.

Kemudian dokter langsung menganjurkannya untuk menjalani tindakan biopsi serta kemoterapi, tapi saat itu pria berusia 48 tahun tersebut belum mengiyakan.

Sebab ia harus memberitahukan kepada sang istri, Retno Utami Yulianingsih, dahulu.

Sutopo mengaku bahwa dirinya sering mengidap batuk yang tak kunjung sembuh, sedangkan nyeri pinggang dan dada sudah ia alami sejak sejak duduk di bangku SMA.

Awalnya ia mengira penyakitnya itu akan sembuh dengan sendirinya.

Bahkan ia pernah mengira posisi tidurnya yang salah adalah penyebab dirinya terkena gangguan punggung.

"Saya kira saraf atau tulang yag kena soalnya kan nyeri. Kalau batuk yang kambuhan, hilang gitu. Kalau dikasih minum obat sirup yang beredar di pasaran, biasanya batuk sembuh," tuturnya kemudian.

Hanya gejala penurunan berat badan yang tidak dialami oleh Sutopo, justru batuk serta nyeri itulah yang menyadarkannya untuk berobat.

Baca: Tujuh Kecamatan di Bireuen Diterjang Banjir, Sejumlah Rumah Rusak

Fakta tentang efek kemoterapi pada rambut

Melansir Medical News Today, (18/9/2017), ada empat fakta tentang pertumbuhan rambut setelah kemoterapi, yakni:

1. Kerontokan rambut dapat bervariasi, mulai dari rontok semua atau sebagian. Selain rontok, rambut pasien juga bisa menjadi lebih tipis atau rapuh.

2. Orang-orang yang memiliki pertumbuhan rambut cepat sebelum kemoterapi, akan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat setelah kemoterapi.

3. Pertumbuhan rambut bisa segera muncul setelah kemoterapi tidak lagi menyerang sel-sel sehat.

4. Tingkat pertumbuhan rambut seseorang bervariasi tergantung pada usia, kesehatan, dan faktor lain seperti etnis.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menumbuhkan rambut setelah kemoterapi?

Sel-sel sehat di folikel rambut yang mendukung pertumbuhan rambut dapat terpengaruh oleh perawatan kemoterapi.

Hal inilah yang membuat penderita kanker mengalami kerontokan rambut di kepala, bulu mata, alis, dan bagian tubuh lain setelah menjalani kemoterapi.

Kerontokan rambut ini dimulai dalam dua minggu perawatan dan biasanya terus memburuk selama 1-2 bulan.

Bagi pasien kanker yang rambutnya rontok setelah kemoterapi, rambut tidak akan segera tumbuh setelah masa perawatan kemoterapi selesai.

Hal ini karena obat kemoterapi memerlukan waktu untuk meninggalkan tubuh dan menyerang sel yang sehat.

Umumnya, sejumlah kecil rambut tipis mulai tumbuh beberapa minggu setelah perawatan dan pertumbuhan normal dimulai sejak satu sampai dua bulan setelah perawatan terakhir.

"Obat-obatan tertentu bisa meningkatkan risiko kerontokan rambut secara permanen. Misalnya obat doketaxel untuk kanker payudara," tulis artikel yang terbit di Medical News Today.(*)

Baca: Daftar Khatib Jumat 14 Desember 2018 di Banda Aceh, Ustaz Mursalin Basyah di Masjid Raya Baiturahman

Baca: Digeledah dan Ditemukan Sabu, Dua Warga Diboyong ke Polres Pidie

Baca: Awas Ada Lubang di Abutmen Jembatan Bailey Ujong Tanoh, Sudah Tiga Pengendara Terperosok

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usai Kemoterapi, Rambut Sutopo Malah Tumbuh, Kok Bisa?"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved