Petani Ini Obati Rematik Pakai Bisa Kalajengking, Begini Cara Mengobatinya
Di Kuba ada puluhan ribu pasien telah diobati dengan Vidatox, obat ini dihargai per botolnya di bawah satu dolar.
Setelah meremasnya cukup lama, itu menyengatnya dan dia meringis.
"Rasanya sakit untuk beberapa saat, tetapi kemudian akan berubah menjadi rasa tenang dan hilang. Saya tidak lagi merasa sakit," katanya.
Casanas, seorang mantan petani tembakau mengatakan dia terkadang menyimpan kalajengking di bawah topi jeraminya seperti jimat keberuntungan.
Menurutnya kalajengking menyukai tempat lembab dan gelap untuk tidur.
Di laboratorium Labiofam ada sekitar 6.000 kalajengking yang ditempatkan di wadah plastik yang berjejer di deretan rak besi.
Setiap beberapa hari mereka akan diberi makan.
Sekali sebulan, bisa mereka akan diambil
Bisa ini kemudian diencerkan dengan air suling dan dikocok, yang dipercaya dapat mengaktifkan energi vital.
Setelah dua tahun ditempatkan dalam kandang, mereka dilepaskan kembali ke alam liar.
Dr. Fabio Linares, kepala laboratorium obat homeopati Labiofam yang mengembangkan obat, mengatakan Vidatox menstimulasi mekanisme pertahanan alami tubuh.
“Setelah empat hingga lima tahun meminumnya, dokter yang merawat saya memberitahu bahwa kanker saya tidak berkembang,” kata pasien Kuba Jose Manuel Alvarez Acosta, yang didiagnosis menderita kanker prostat pada 2008.
Namun, Labiofam merekomendasikan Vidatox sebagai pengobatan tambahan dan mengatakan itu tidak boleh menggantikan yang konvensional.
Baca: Heboh, Abu Janda Ajak Aceh Pilih Jokowi Satu Periode Lagi, Netizen: Sering-sering ke Aceh Minum Kopi
Baca: VIDEO - Hati Hati Berberlanja, BBPOM Banda Aceh Masih Temukan Produk Pangan Dengan Kemasan Rusak
Baca: VIDEO - Kerap Pecat Keuchik, Bupati Aceh Barat Ramli MS Didemo Masyarakatnya
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Petani Ini Obati Rematik Pakai Bisa Kalajengking