Petani Ini Obati Rematik Pakai Bisa Kalajengking, Begini Cara Mengobatinya
Di Kuba ada puluhan ribu pasien telah diobati dengan Vidatox, obat ini dihargai per botolnya di bawah satu dolar.
SERAMBINEWS.COM - Satu kali dalam sebulan, selama 10 tahun belakangan, Seorang petani bernama Pepe Casanas sering berburu kalajengking dan membiarkan hewan itu berada di kulitnya.
Ia mengatakan bahwa bisa kalajengking bisa mengurangi sakit rematik yang dideritanya.
Obat pria ini terlihat sangat tidak biasa bukan?
Para peneliti di Kuba menemukan bahwa bisa dari kalajengking biru, yang memiliki nama ilmiah Rhopalurus junceus, ini memiliki sifat anti-inflamasi dan pereda nyeri.
Dan mungkin dapat menghambat pertumbuhan tumor pada beberapa pasien kanker.
Lebih dari satu penelitian diperlukan untuk dapat mengucapkan pernyataan seperti itu.
Perusahaan logistik Kuba telah menggunakan bisa kalajengking sejak 2011 untuk memproduksi obat homeopati Vidatox.
Obat ini telah terbukti populer.
Direktur Bisnis Labiofam Carlos Alberto Delgado mengatakan penjualannya naik 10 persen setiap tahun.
Vidatox sudah menjual sekitar 15 negara di seluruh dunia.
Dan saat ini sedang dalam proses diskusi dengan negara China untuk menjual obat di sana.
Baca: Kisah Cinta Nur Khamid dengan Gadis Cantik Asal Inggris, Menikah Setelah 1,5 Tahun Menjalin Hubungan
Baca: Komentari Video Dugaan Penganiayaan Habib Bahar bin Smith, Mahfud MD: Mungkin Sedang Latihan Silat
Di Kuba ada puluhan ribu pasien telah diobati dengan Vidatox, obat ini dihargai per botolnya di bawah satu dolar.
Di pasar gelap di luar negeri dapat berharga ratusan kali lipat.
Bahkan di Amazon.com pengecer terlihat menjualnya hingga 140 dollar AS.
“Saya menaruh kalajengking di mana saya merasa sakit,” kata Casanas ketika memperlihatkan obat penghilang rasa sakit buatannya sendiri.
Setelah meremasnya cukup lama, itu menyengatnya dan dia meringis.
"Rasanya sakit untuk beberapa saat, tetapi kemudian akan berubah menjadi rasa tenang dan hilang. Saya tidak lagi merasa sakit," katanya.
Casanas, seorang mantan petani tembakau mengatakan dia terkadang menyimpan kalajengking di bawah topi jeraminya seperti jimat keberuntungan.
Menurutnya kalajengking menyukai tempat lembab dan gelap untuk tidur.
Di laboratorium Labiofam ada sekitar 6.000 kalajengking yang ditempatkan di wadah plastik yang berjejer di deretan rak besi.
Setiap beberapa hari mereka akan diberi makan.
Sekali sebulan, bisa mereka akan diambil
Bisa ini kemudian diencerkan dengan air suling dan dikocok, yang dipercaya dapat mengaktifkan energi vital.
Setelah dua tahun ditempatkan dalam kandang, mereka dilepaskan kembali ke alam liar.
Dr. Fabio Linares, kepala laboratorium obat homeopati Labiofam yang mengembangkan obat, mengatakan Vidatox menstimulasi mekanisme pertahanan alami tubuh.
“Setelah empat hingga lima tahun meminumnya, dokter yang merawat saya memberitahu bahwa kanker saya tidak berkembang,” kata pasien Kuba Jose Manuel Alvarez Acosta, yang didiagnosis menderita kanker prostat pada 2008.
Namun, Labiofam merekomendasikan Vidatox sebagai pengobatan tambahan dan mengatakan itu tidak boleh menggantikan yang konvensional.
Baca: Heboh, Abu Janda Ajak Aceh Pilih Jokowi Satu Periode Lagi, Netizen: Sering-sering ke Aceh Minum Kopi
Baca: VIDEO - Hati Hati Berberlanja, BBPOM Banda Aceh Masih Temukan Produk Pangan Dengan Kemasan Rusak
Baca: VIDEO - Kerap Pecat Keuchik, Bupati Aceh Barat Ramli MS Didemo Masyarakatnya
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Petani Ini Obati Rematik Pakai Bisa Kalajengking