Jumat, 8 Mei 2026

Di Bawah Kepemimpinan Daud Pakeh, Kemenag Aceh Kian Bersinar

Pelan tapi pasti, itulah langkah nyata Daud pakeh dalam memimpin Kementerian Agama Provinsi Aceh, tanpa banyak kata, ia membuktikan dengan kinerja.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Foto Humas Kemenag Aceh
Kanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh saat menerima penghargaan dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta. 

“Untuk tahun ini, Kemenag Aceh membangun tujuh gedung Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan di beberapa Kabupaten Kota,” ujar HM Daud Pakeh.

Beberapa KUA yang sedang dalam pembangunan yaitu KUA Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya), KUA Kecamatan Kuala Batee (Abdya), KUA Kecamatan Penanggalan (Subulussalam), KUA Kecamatan Batee (Pidie), KUA Kecamatan Bintang, (Aceh Tengah), serta KUA Kecamatan Sukajaya (Sabang).

HM Daud Pakeh menyampaikan, saat ini Kementerian Agama RI memang sedang mengenjot pembangunan. Mereka ingin merubah wajah dan menunjukkan peforma baru dalam meberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, salah satunya yaitu melalui kantor KUA.

"Kita ingin merubah wajah KUA menjadi lebih baik, karena KUA merupakan ujung tombak Kementerian Agama, baik tidaknya itu sangat tergantung pada KUA, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat," ujar Kakanwil.

Maka tidak berlebihan jika Daud Pakeh mengatakan KUA sebagai ujung tombak Kemenag, karena KUA bukan hanya sebagai tempat pendaftaran dan pelaksanaan nikah.

Tapi KUA memiliki fungsi lebih dari itu, yaitu sebagai tempat bimbingan manasik haji, tempat melakukan bimbingan nikah dan sekaligus tempat mencari berbagai solusi terhadap persoalan keummatan.

KUA merupakan perpanjangan tangan Kementerian Agama yang paling dekat dengan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Karena KUA hampir ada di semua kecamatan hingga ke pedalaman Aceh.

Selain itu, Daud Pakeh juga bersinergi dengan sejumlah pihak lainnya berhasil mendirikan tiga Ma’had Ali (Perguruan tingginya dayah) di Aceh. Ketiganya yaitu Mahad Ali Pesantren Malikussaleh, Panton Labu, Aceh Utara. Ma’had Ali Pesantren Mudi Mesra, Samalanga, Bireuen. Serta Ma’had Ali Darul Munawarrah Kuta Krueng, Ulee Gle, Pidie Jaya.

Kanwil Kemenag Aceh,  Drs HM Daud Pakeh saat menerima penghargaan dari Menteri Agama RI,  Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta.
Kanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh saat menerima penghargaan dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta. (SERAMBINEWS.COM/Foto Humas Kemenag Aceh)

Kedepan, Kanwil Kemenag Aceh dengan bersinergi dengan lembaga lainnya seperti Dinas Pendidikan Dayah Aceh juga mendirikan Ma’had Ali di barat selatan Aceh, direncanakan akan berdiri di Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Daud Pakeh mengatakan, masing-masing Ma’had ini harus memiliki spesifikasi dalam ilmu yang dipelajari. Jika Mudi Mesra fokus pada ilmu Fiqh dan Darul Munawarrah fokus pada Tafsir, maka nanti yang akan dibuka di barat selatan harus fokus ke ilmu tasawuf.

Menurutnya, kehadiran Ma’had Ali di Aceh sangat penting, karena dapat menghasilkan ulama dengan intelektual tinggi dan memiliki legalitas ijazah yang setara dengan lulusan perguruan tinggi. Sehingga nanti lulusan yang sudah memiliki basic ilmu agama yang kuat dapat masuk ke sejumlah lembaga. Sehingga mereka dapat berperan dalam membangun agama Islam. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved