Selasa, 28 April 2026

Plebisit UU Organik Bangsamoro

Komitmen Duterte, Presiden Filipina Keturunan Muslim dan Sahabat Nur Misuari (Bagian 3)

Duterte berasal dari Davao, salah satu daerah di mana bekas mayoritas Muslim berubah menjadi minoritas.

Editor: Zaenal
news.abs-cbn.com
Presiden Rodrigo Duterte bertemu dengan ketua pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari di Istana Malacañang pada Agustus 2017. 

SERAMBINEWS.COM - Ini adalah bagian ketiga dari wawancara eksklusif Kantor Berita Turki Anadolu Agency, dengan Huseyin Oruc, Wakil Kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul.

Huseyin Oruc juga merupakan salah satu anggota tim internasional yang memantau proses perdamaian di Mindanao.

Wawancara eksklusif ini dilakukan berkaitan dengan pelaksanaan plebisit atau pemungutan suara semacam referendum untuk meloloskan UU Organik Bangsamoro atau Bangsamoro Organic Law (BOL).

Plebisit yang menjadi awal dari pembentukan wilayah Otonomi Bangsamoro ini akan dimulai di dua kota di wilayah Mindanao, Filipina, Senin (21/1/2018) hari ini.

Sementara putaran kedua akan diadakan pada 6 Februari di daerah lain di wilayah tetangga.

Pengantar dan wawancara eksklusif bagian pertama dan kedua dapat dilihat pada dua link di bawah ini.

Baca: Plebisit UU Organik Bangsamoro Dimulai Besok, Begini Sejarahnya (Bagian 1 dari 6 Tulisan)

Baca: Sejarah Pendudukan AS dan Spanyol, Hingga Tergerusnya Populasi Muslim Moro (Bagian 2)

Pada bagian ketiga wawancara ini, Huseyin Oruc mengulas tentang sosok Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang berasal dari Davao, provinsi di wilayah Mindanao, Filipina Selatan.

Oruc mengatakan, Davao adalah salah satu daerah di mana bekas mayoritas Muslim berubah menjadi minoritas.

Karena sejarah itu pula, Duterte memiliki garis keturunan Muslim dan pernah bersahabat dengan tokoh pemberontak Moro, Nur Misuari. 

Berikut petikan wawancara dengan Huseyin Oruc.

Anadolu Agency (AA): Apakah Duterte juga dari wilayah ini?

HO: Duterte berasal dari Davao, salah satu daerah di mana bekas mayoritas Muslim berubah menjadi minoritas.

Tapi dia memang memiliki keturunan Muslim. Nenek Duterte adalah seorang Muslim.

Jadi, belum lama ini. Dia memiliki seorang nenek Muslim yang dia sendiri kenal.

Duterte tahu Mindanao, dia tahu masalah Moro. Dia selalu berjanji untuk menyelesaikan krisis Moro sejak awal kampanye pemilihannya.

Warga Muslim Moro melaksanakan shalat di salah satu masjid di Cotabato, Filipina pada 26 Juli 2018. Presiden Filipina Rodrigo Duterte meratifikasi Undang-undang Otsus Bangsamoro (Bangsamoro Organic Law) yang diusulkan. Referendum ini diharapkan akan diadakan di wilayah Moro Muslim, tidak lebih awal dari 90 hari dan tidak lebih dari 150 hari setelah efektifitasnya.
Warga Muslim Moro melaksanakan shalat di salah satu masjid di Cotabato, Filipina pada 26 Juli 2018. Presiden Filipina Rodrigo Duterte meratifikasi Undang-undang Otsus Bangsamoro (Bangsamoro Organic Law) yang diusulkan. Referendum ini diharapkan akan diadakan di wilayah Moro Muslim, tidak lebih awal dari 90 hari dan tidak lebih dari 150 hari setelah efektifitasnya. (ANADOLU AGENCY/MAHMUT ATANUR)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved