Usai Operasi Lutut di RSUZA, Pemuda Ini Dibawa dengan Truk Kayu dari Aceh Utara ke Banda Aceh

Pemuda yang baru dioperasi lutut itu harus menjalani kontrol secara berkala di RS rujukan Provinsi Aceh.

Usai Operasi Lutut di RSUZA, Pemuda Ini Dibawa dengan Truk Kayu dari Aceh Utara ke Banda Aceh
Foto MOHD ANDALAS
Yusri dan keluarga saat hendak pulang ke kampung halamannya di Bayu, Aceh Utara dari RSUZA Banda Aceh, Kamis (24/1/2018). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Yusri (30), seorang pasien Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) asal Bayu, Aceh Utara, harus dibawa menggunakan truk dengan bak kayu dari kampungnya ke Banda Aceh.

Pemuda yang baru dioperasi lutut itu harus menjalani kontrol secara berkala di RS rujukan Provinsi Aceh.

Kekurangan biaya, ditambah ketiadaan ambulans dari daerahnya, membuat Yusri terpaksa menumpang truk yang lazim mengangkut barang.

Pemandangan miris tersebut disaksikan langsung oleh seorang ahli obgyn RSUZA, Prof Dr dr Mohd Andalas SpOG, Kamis (24/1/2018).

Dia melihat pemuda malang itu di dalam bak truk dan mengabadikan momen tersebut lewat ponselnya di depan RSUZA.

Baca: Darson, Warga Miskin dari Simeulue Ini Berjuang Melawan Tumor Ganas

Baca: Tidak Pantas Aceh Jadi “Juara Miskin”

Baca: Aceh Masih Termiskin di Sumatera

Andalas juga sempat mengobrol singkat dengan si pemuda, sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Aceh Utara.

"Yusri memilih naik truk karena jauh lebih murah dan bisa membawa keluarganya ikut ke Banda Aceh," ujar Andalas, Jumat (25/1/2018).

Guru Besar Unsyiah itu merasa prihatin dengan keadaan Yusri.

Ia heran mengapa pasien tersebut tak mendapat fasilitas ambulans atau bantuan dana untuk menggunakan ambulans dari Pemkab setempat.

"Lututnya saat ini belum bisa dilipat, sehingga tak mungkin kemari dengan bus travel," katanya.

Selain itu, sambung Andalas, ada risiko lain yang menantang bagi pasien dan keluarga karena perjalanan jauh ke RSUZA, seperti kecelakaan lalu lintas dan bahaya lainnya.

"Harusnya Pemda setempat tanggap terhadap masalah ini," pungkas Andalas. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved