Jumat, 10 April 2026

Menkeu Sri Mulyani Akui Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Terus Meningkat

Menteri Keuangan Sri Mulyani tak menampik, pembayaran bunga utang pemerintah memang terus meningkat

Editor: Muhammad Hadi
Antara Foto: Dhemas Reviyanto
Menkeu Sri Mulyani 

SERAMBINEWS.COM - Pembayaran bunga utang pemerintah terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Selain karena nominal outstanding utang yang meningkat, kenaikan bunga utang juga akibat tingkat imbal hasil surat utang pemerintah yang terbilang tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani tak menampik, pembayaran bunga utang pemerintah memang terus meningkat.

"Karena memang nominal uangnya naik, ya, memang naik, itu satu hal," ujarnya, Selasa (29/1).

Baca: Prabowo Sebut Menkeu Mesin Pencetak Utang, Pejabat Kemenkeu: Mencederai Perasaan Kami

Kendati begitu, Sri Mulyani menjelaskan, kenaikan pembayaran bunga utang mesti dilihat secara kontekstual pula.

Ia mengingatkan, pada tahun 2014, perekonomian global berada dalam fase pelonggaran kebijakan moneter (monetary policy easing).

Selain itu, posisi outstanding utang pemerintah pada tahun itu juga masih lebih kecil.

Berdasarkan data APBN, utang pemerintah pada akhir 2014 baru sebesar Rp 2.608,7 triliun.

Baca: Ustadz Abdul Somad Ungkap Doa Agar Cepat Bisa Bayar Utang Yang Diajarkan Rasulullah SAW

Sementara, per akhir Desember 2018 lalu, utang pemerintah sudah naik menjadi sebesar Rp 4.418,3 triliun.

"Maka pasti dengan stok utang yang lebih kecil dan suku bunga rata-rata internasional dan dalam negeri yang rendah ya pasti pembayaran bunganya lebih rendah juga," imbuh Sri Mulyani.

Hal tersebut berbeda dengan kondisi perekonomian di 2018 hingga saat ini.

Selain nominal utang yang lebih tinggi, suku bunga acuan dunia maupun Bank Indonesia pun tengah meningkat.

Baca: Aksi Begal di Medan Terekam CCTV, Korban Sempat Berikan Perlawanan Sebelum Motornya Dibawa Kabur

Sepanjang tahun lalu saja, BI telah mengerek 7 Days Reverse Repo Rate (7-DRRR) sebanyak enam kali sebesar 175 basis poin ke level 6,0% hingga saat ini.

Di sisi lain, Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Faisal Basri, sebelumnya, mengkritik pemerintah lantaran beban pembayaran bunga utang terhadap APBN yang terus meningkat.

Mengacu data APBN, pembayaran bunga utang pemerintah di 2018 mencapai Rp 258,09 triliun.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved