Breaking News:

Tradisi Yu Sheng, Keseruan Santap Hidangan Perayaan Tahun Baru China Asal Singapura

Tidak hanya keseruan santap hidangan, tradisi Yu Sheng asal Singapura ini juga memiliki filosofi menarik sebagai pilihan perayaan

Editor: Fatimah
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR.
KEMBANG API 

Ikan dipilih sebab dari bunyi 'yu' yang artinya 'ikan' dalam bahasa Kanton sama bunyi dengan 'rezeki'.

Baca: Nasir Djamil Benarkan Myanmar Sudah Bebaskan 14 Nelayan Aceh

Kemudian 'lo hei' disingkat 'hei' yang artinya 'lemparkan' punya bunyi yang sama dengan 'bahagia' .

Uniknya kalau menilik budaya makan orang Kanton, hampir tidak ada santapan ikan mentah.

Namun catatan orang kanton menyantap ikan mentah ditemukan dari catatan kuno pelajar Liu Su dari zaman Dinasti Sui (581-618) dan Dinasti Tang (618-907).

Baca: Bocah Tunanetra Hafal Al Quran 30 Juz Viral di Medsos, Kisah Perjuangannya Bikin Hati Terenyuh

Lantas pendatang dari Kanton mulai menggunakan ikan karena di Singapura terdapat ikan yang melimpah.

Inilah yang diduga kuat mengapa tradisi yu sheng pada akhirnya lebih populer di Singapura dibanding di tanah asalnya.

Apalagi, berdasarkan National Library Board Singapore, tradisi yu sheng semakin populer ketika empat orang koki Singapura berdarah Kanton, Tham Yew Kai, Sin Leong, Lau Yoke Pui dan Hooi Kok Wai meracik saus plum untuk dituang di atas sayuran dan daging.

Baca: Peneliti UI: Diaspora Aceh dalam ASNLF Masih Aktif Sampai Sekarang

Empat orang koki ini juga menjadi koki legendaris pada era 1960an sampai mendapat julukan 'Four Heavenly Kings' atau Empat Raja dari Surga.

Mereka berguru pada orang yang sama yakni Luo Chen, seorang Koki kanton legendaris kelahiran Hongkong.

Luo Chen adalah koki di Cathay Hotel yang kini sudah tutup.

Baca: Dubes Myanmar: Pembebasan Nelayan Aceh Atas Dasar Reciprocity, Kapten Kapal Tetap Diadili

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved