Jembatan Limpok Mulai Dilintasi

Jembatan Limpok-Lamreung yang memiliki panjang 296 meter dan lebar 6 meter

Jembatan Limpok Mulai Dilintasi
SERAMBI/HERIANTO
Sulaiman Abda meninjau pembangunan proyek Jembatan Limpok, Darussalam, Aceh Besar 

* Setelah Diresmikan Plt Gubernur

BANDA ACEH - Jembatan Limpok-Lamreung yang memiliki panjang 296 meter dan lebar 6 meter, sejak Selasa (5/2) mulai dilintasi

setelah diresmikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Jembatan di atas Krueng Lamnyong itu dibangun sejak tahun 2008 lalu.

Hadir pada kegiatan itu, Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, sejumlah anggota DPRA, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Ketua DPRK Banda Aceh Arief Fadillah dan para Kepala SKPA jajaran Pemerintah Aceh.

Pada peresmian kemarin, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam sambutannya mengapresiasi kontraktor pelaksana dan perusahaan perencana serta pengawas jembatan itu yang telah menyelesaikan pembangunannya tepat waktu.

Dikatakan Nova, berdasarkan laporan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penetaan Ruang (PUPR) Aceh, pembangunan jembatan itu sudah dimulai sejak tahun 2008. Itu artinya, masa pekerjaan proyek jembatan Limpok-Lamrueng ini menghabiskan waktu selama 10 tahun.

“Sebenarnya proyek ini bisa dilaksanakan dalam waktu dua tahun, jika saja pengalokasian anggarannya setiap tahun besar. Baru setelah dialokasikan Rp 27 miliar pada tahun 2018, baru tuntas. Sebelumnya hanya Rp 2 miliar-Rp 5 miliar/tahun,” ujar Nova.

Nova menambahkan, terealisasinya pembangunan jembatan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif. “Saya tahu teman teman legislatif (DPRA) yang merintis pembangunan jembatan ini. Meski memakan waktu hingga 10 tahun, Alhamdulillah jembatan ini bisa kita resmikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nova meminta seluruh semua pihak tidak berhenti berinovasi terkait dengan pembangunan infrastruktur dengan menggagas apa yang perlu dibangun untuk Aceh.

Nova juga menyatakan, pembangunan jembatan dan jalan bisa menurunkan angka kemiskinan. Kelancaran transportasi di satu daerah, bisa membuat dan menekan harga barang, jadi normal, termasuk kebutuhan pokok. Jadi, dampak dari pembangunan infrastruktur ini cukup luas.

Program pembangunan infrastruktur, kata Nova, bisa menurunkan jumlah penduduk miskin yang besar, jika dinas terkait lainnya membuat program pemberdayaan usaha masyarakat miskin. Diungkapkan, jumlah penduduk miskin di Aceh saat ini sebesar 15,68 persen.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan, posisi Aceh di peringkat pertama terbesar di pulau Sumatera dan ranking 6 nasional, menjadi pukulan dan beban berat baginya sebagai Plt Kepala Pemerintah Aceh.

Anggaran pembangunan Aceh tahun 2019 sebesar Rp 17 triliun, ujar Nova, diharapkan bisa digunakan sebagai stimulus bagi SKPA untuk membantu menurunkan penduduk miskin di Aceh pada akhir tahun nanti sebesar 1 persen.

“Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) harus memberikan perhatian yang besar untuk menurunkannya. Jika pada akhir tahun 2019 nanti penduduk miskin di Aceh, bisa turun sebesar 1 persen, tidak akan ada pergantian kepala SKPA sampai habis masa jabatan lima tahun kami pada tahun 2022,” tandas Nova Iriansyah.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved