Kamis, 7 Mei 2026

Barang di Sekitar Kita yang Juga Mengandung Plastik, Termasuk Pembalut Wanita

Menurutnya, sebagian besar produk-produk ini akhirnya dibakar dan melepaskan bahan kimia beracun ke lingkungan kita.

Tayang:
Editor: Fatimah
Ilustrasi sampah plastik.(Thinkstock) 

SERAMBINEWS.COM - Kita tahu bahwa limbah plastik ada di mana-mana dan sangat sulit untuk diurai.

Maka kini kembali digaungkan gaya hidup tanpa plastik. Sejak 1 Maret yang lalu, minimarket di Indonesia tidak lagi menyediakan kantong plastik secara gratis demi mengurangi sampah plastik.

Bahkan, pertunjukan musik Java Jazz Festival yang berlangsung di Jakarta awal Maret lalu juga dijadikan ajang kampanye untuk mengurangi sampah plastik.

Kampanye bertajuk "Sayangi bumi" itu mengimbau kelompok milenial mengganti produk minuman berbahan plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.

Baca: Fakta Zul Zivilia Terjerat Kasus Narkoba, Kini Sang Vokalis Band Terancam Hukuman Mati

Tak hanya di Indonesia, gaya hidup tanpa plastik ini juga gencar disuarakan masyarakat di dunia.

Dalam ajang Festival Glastonbury yang berlangsung di Inggris pada minggu lalu, misalnya, penyelenggara melarang penjualan botol sekali pakai untuk pertama kalinya dalam 49 tahun sejarahnya.

Dan pada bulan Januari, skema daur ulang lensa kontak bebas plastik pertama diluncurkan di Inggris dalam upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari limbah plastik.

Menurut penelitian baru, saluran air Inggris dipenuhi dengan polusi plastik, dengan jumlah hingga 1.000 mikroplastik atau potongan kecil plastik - ditemukan per liter di sungai yang tercemar.

Baca: Di Tengah Guyuran Hujan, UAS Doakan Umat Islam Mendapat Pemimpin Amanah

Dr Christian Dunn, seorang peneliti lahan basah di Bangor University yang melakukan penelitian ini, mengatakan plastik mikro harus dianggap sebagai kontaminan serius yang muncul, sama seperti limbah farmasi dan pestisida.

Hidup tanpa plastik memang bukan hal mudah, karena kita begiru dekat dengan plastik. Mulai dari tas kresek, sedotan, botol dan gelas minuman, kemasan makanan, semuanya dari plastik.

Karenanya butuh komitmen dan kedisiplinan yang tinggi untuk mengurangi pemakaian plastik agar bumi menjadi tempat yang lebih sehat dan bersih.

Kita misalnya bisa menggunakan alternatif lain, seperti memakai botol air yang dapat digunakan kembali daripada membeli air kemasan.

Baca: Nadia Anwar, Wanita Cantik Calon Istri Wali Kota Langsa Ternyata Anak Mantan Petinggi GAM

Atau, kita bisa menukar sedotan plastik dengan sedotan stainless atau bahan lain yang bisa terurai di alam.

Namun, ini semua bukan hal yang mudah dan belum cukup untuk secara total menghindari plastik dalam kehidupan kita.

Masalahnya ada banyak barang-barang tak terduga dan sering kita gunakan, ternyata mengandung unsur plastik. Berikut lima barang tersebut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved