Tentara Arakan Serang Pos Polisi, Myanmar Tarik Pasukan dari Rakhine

Pemerintah Myanmar menarik pasukannya dari beberapa pos terdepan di Negara Bagian Rakhine utara, pascaserangan oleh tentara Arakan.

Tentara Arakan Serang Pos Polisi, Myanmar Tarik Pasukan dari Rakhine
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kekejaman Tentara Myanmar 

Kelompok militan ini mengaku sebagai organisasi yang memperjuangkan hak penduduk asli Rakhine dalam hal kebebasan, kesetaraan etnis dan menuntut otonomi lebih besar.

Mereka juga menyatakan tidak pernah bekerja sama dengan organisasi teroris.

“Liga Persatuan Tentara Arakan/Arakan (ULA/AA) adalah organisasi yang bekerja sama dengan penduduk asli Rakhine yang berjuang untuk pembebasan warga negara Rakhine, kesetaraan dan otonomi, kata pernyataan itu.

“Sejarah dan tindakan kami telah membuktikan bahwa kami tidak akan pernah bergandengan tangan dengan teroris. Kami berani bersumpah tidak pernah berkolaborasi dengan teroris di masa depan,” kata sebuah pernyataan yang dilansir media setempat pada awal Januari 2019.

Baca: Malaysia Selidiki Kuburan Massal Rohingya di Perbatasan Thailand

Baca: Genosida di Rakhine Masih Terjadi, Koalisi Rohingya Merdeka Kecewa pada Dunia Internasional

Baca: Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Myanmar Kesulitan Hadapi Tarakan Army

Zaw Htay, juru bicara Kantor Presiden, mengatakan pada jumpa pers yang diadakan di Istana Kepresidenan di Nay Pyi Taw pada 7 Januari lalu, bahwa Tatmadaw (militer Myanmar) keberatan dengan keberadaan dua kubu Arakan Army dan tiga kamp Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) di sisi Bangladesh.

“Cukup sulit untuk membasmi Arakan Army karena itu bukan wilayah yang dimiliki Myanmar. Mereka bisa lari ke tempat lain jika mereka menghadapi kesulitan.” ujar Zaw Htay.

Menurut Zaw Htay, ARSA adalah organisasi teroris. Kerja sama Arakan Army dan ARSA masalah pada Mro dan Dienet, suku Rakhine, dalam serangan teroris sebelumnya.

“Kami ingin AA menghindari tindakan yang dapat mendorong ARSA secara politis dan militer, ”kata Zaw Htay.

Negosiasi dilakukan antara AA dan ARSA. ARSA aktif di barat gunung Mayu di Negara Bagian Rakhine dan Arakan Army di timur. Bagian barat dan timur gunung Mayu adalah daerah aktif yang ditunjuk, kata Zaw Htay.

Baca: Jokowi Diminta Copot Sofyan Djalil

Baca: Dubes Uni Eropa Puji Perkembangan Aceh

Baca: Pendaftaran Pelajar ke AS Dibuka

Halaman
123
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved