Polisi Tangkap Reje Kampung

Sat Reskrim Polres Aceh Tengah, Kamis (14/3), menangkap seorang reje kampung (keuchik) di Aceh Tengah berinisial ‘AM’

Polisi Tangkap  Reje Kampung
hindustantimes
ilustrasi 

* Dugaan Pemalsuan Ijazah

BANDA ACEH - Sat Reskrim Polres Aceh Tengah, Kamis (14/3), menangkap seorang reje kampung (keuchik) di Aceh Tengah berinisial ‘AM’. Pria berusia 42 tahun itu diduga telah menggunakan ijazah palsu saat mencalonkan diri sebagai reje kampung beberapa waktu lalu.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, sebagaimana dikutip Serambi dari sejumlah media online, Jumat (15/3), mengatakan, tersangka merupakan warga Gampong Alur Kumer Selatan, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah.

“Yang bersangkutan merupakan reje kampung di tempat tinggalnya, diamankan personel Sat Reskrim Polres Aceh Tengah, Kamis (14/3) atas laporan masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Agus Sarjito mengungkapkan, tersangka menggunakan ijazah palsu pada saat mencalonkan diri sebagai reje kampung pada 26 April 2018 lalu. “Tersangka mendapatkan ijazah palsu ini tahun 2011 dari rekannya berinisial SI yang sudah meninggal dunia. Saat itu ia membayar Rp 200 ribu kepada rekannya itu untuk administrasi pengurusan ijazah palsu ini,” ungkapnya.

Sementara, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi melalui Kasat Reskrim, Iptu Agus Riwayanto Diputra menjelaskan, pada April 2018 lalu AM mendaftarkan diri dalam pencalonan Reje Kampung Alur Kumer Selatan, Kecamatan Silih Nara.

“Tersangka terpilih dalam pemilihan itu dan dilantik pada Agustus 2018 lalu. Diketahui tersangka mendapatkan ijazah itu tanpa melalui tahapan yang diatur oleh Sistem Pendidikan Nasional,” ungkapnya.

Beberapa hari setelah dilantik, sejumlah warga kemudian membuat laporan ke Polsek Silih Nara yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

Agus menjelaskan usai mendapatkan dua alat bukri kuat, di antaranya ketidaksesuaian nomor registrasi ijazah dan keterangan dari para saksi. Tim lalu melakukan penangkapan terhadap AM. “Kita sudah melakukan tindak lanjut dari gelar perkara, setelah itu kita lengkapi dengan memanggil saksi-saksi, termasuk saksi ahli. Jadi sudah cukup buktinya untuk dinaikan status AM menjadi tersangka,” katanya.

Pemalsuan Menyeluruh
Kasat Reskrim, Iptu Agus Riwayanto Diputra, juga menyampaikan, ijazah yang digunakan AM diduga dipalsukan secara menyeluruh. Hal ini berdasarkan keterangan pihak sekolah yang merasa tidak pernah mengeluarkan ijazah tersebut atas nama AM.

“Ijazah yang dipalsukan ijazah Paket B atau untuk SMP. Karena reje inikan harus minimal memiliki ijazah SMP atau Paket B,” kata Agus.

Saat ini tersangka masih diamankan di Mapolres Aceh Tengah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tim penyidik pun hingga kini masih mengembangkan kasus pemalsuan ijazah ini. “Masih diproses lebih lanjut. Diduga yang bersangkutan melanggar Pasal 68 Ayat 2 jo Pasal 69 Ayat 1 ke-2 UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,” tambah dia.

AM disangkakan melanggar Pasal 68 ayat (2) jo Pasal 69 ayat (1) ke (2) UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. “Ancaman hukuman 5 tahun penjara,” kata Agus.(yos/**)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved