Warga Aceh Luput dari Insiden Christchurch

Ada satu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP Unsyiah) sedang kuliah S3 di Kota Christchurch

Warga Aceh Luput dari Insiden Christchurch
aljazeera.com/Mark Baker/AP
Staf ambulans membawa seorang pria yang terluka dari luar masjid di Christchurch tengah pada hari Jumat 

Ada satu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP Unsyiah) sedang kuliah S3 di Kota Christchurch, Selandia Baru. Namanya, Dian Fajrina. Dian bersama suaminya selalu shalat Jumat di Masjid Al Noor, Christchurch. Tapi Jumat kemarin Dian tidak datang ke masjid tersebut karena kurang sehat.

“Allah telah mengatur semuanya,” tulis Dian dalam WhatsApp-nya yang dikirim kepada sohibnya di Banda Aceh, Mawardi Hasan MEd. Serambi mendapatkan rekaman pembicaraan itu di Grup WA Beudoh Gampong tadi malam.

“Alhamdulillah, Dian beserta keluarga sehat karena tadi tak jadi ke masjid akibat hujan, mobil di bengkel, dan kesehatan sedang kurang fit. Rencana awalnya kalau mobil sudah baik, seluruh keluarga akan ke masjid. Tapi Allah masih memberi kesempatan untuk meneruskan kehidupan bagi Dian sekeluarga,” tulis Dian Fajrina.

Ia juga berdoa semoga semua yang wafat di dua masjid itu kemarin memperoleh pahala syuhada.

Sangat sedih
Ungkapan duka dan solidaritas warga Selandia Baru untuk muslim di negara itu turut mewarnai suasana pascainsiden penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Jumat (15/3).

Hal itu pula yang dialami warga Aceh lainnya di Selandia Baru, yakni Niklin Jusuf, warga Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara, Pidie, yang menetap di Kota Wellington, Selandia Baru.

Mantan pejuang GAM di luar negeri ini kepada Serambi memastikan tak ada warga Aceh yang ikut shalat Jumat di Masjid Al Noor saat penembakan brutal itu terjadi kemarin siang.

Saat dihubungi Serambi sekitar pukul 18.00 WIB kemarin, Niklin mengaku sangat sedih karena korban yang berjatuhan merupakan warga muslim yang menetap di sana. “Tentu kita sedih, karena banyak saudara seiman yang menjadi korban,” katanya lirih. Apalagi dalam insiden itu ada warga negara Indonesia asal Sumatera Barat yang ikut menjadi korban bersama anaknya.

Niklin mengaku, selama ini, Selandia Baru (New Zealand) termasuk negara kepulauan yang sangat kondusif dan temasuk negara yang toleran.

“Selama ini ya aman-aman saja, tidak kejadian semacam ini. Kita diberi hak (toleransi) dan sangat dijaga,” kata Niklin.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved