Warga Aceh Luput dari Insiden Christchurch

Ada satu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP Unsyiah) sedang kuliah S3 di Kota Christchurch

Warga Aceh Luput dari Insiden Christchurch
aljazeera.com/Mark Baker/AP
Staf ambulans membawa seorang pria yang terluka dari luar masjid di Christchurch tengah pada hari Jumat 

Bahkan, katanya, dia bersama keluarga sama sekali tidak pernah terpikir akan terjadi insiden penembakan tersebut. “Sama sekali kami tidak terbayang akan terjadi peristiwa ini,” ucapnya.

Pascaperistiwa itu, Niklin bersama keluarga juga berkomunikasi dengan warga Aceh lainnya yang kini tersebar di beberapa kota di Selandia Baru.

Setelah peristiwa kemarin siang, para tetangga dan sahabat Niklin ikut bertandang ke rumahnya untuk memberi semangat.

“Mereka datang ke rumah untuk bersama-sama kami, katanya tidak apa-apa, memberi semangat dan ada juga sahabat yang menanyakan keadaan saya dan keluarga via sms,” katanya.

Niklin bersama istri dan tiga anaknya kini menetap di kawasan 29 Naenae RdNaenae, Lower Hutt5011, Selandia Baru.

Niklin mengaku sudah menetap di Selandia Baru sejak 1999. Sedangkan istrinya menyusul tahun 2003 silam.

Ia bekerja di salah satu perusahaan di Kota Wellington, ibu kota Selandia Baru.

Menurut Niklin, saat ini, jumlah warga Aceh di Selandia Baru sekitar 41 orang. Di Wellington tujuh orang, di Palmerston North tiga orang, di Auckland sekitar 25 orang, dan di Invercargill satu keluarga sekitar enam orang.

Niklin sepertinya belum tahu bahwa ada Dosen FKIP Unsyiah, yakni Dian Fajriana sekeluarga yang kini berada di Christchurch, tempat tragedi paling menyayat nurani kemanusiaan itu terjadi.

Plt Gub mengutuk
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT mengutuk penembakan puluhan jamaah yang sedang shalat Jumat di dua masjid Selandia Baru kemarin. “Siapa pun pelakunya harus mempertanggungjawabkan kebiadabannya di dunia dan akhirat,” tulis Nova Iriansyah lewat cuitan di akut twitternya @niriansyah kemarin.

Nova juga menyerukan umat untuk bersatu melawan teroris. “Mari kita bersatu untuk melawan teroris anti-Islam demi kemanuasian dan tegaknya peradabata,” cuit Nova. (dik/dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved