Minggu, 24 Mei 2026

Wacana PUBG Haram, Pencinta Game Sebut Konyol, Ini Kata MUI

Sejumlah unsur masyarakat menilai permainan tersebut ditengarai memicu radikalisme karena mempraktikkan peperangan dan pembunuhan.

Tayang:
Editor: Amirullah
pubg-mobile.id
Game PUBG-Mobile 

Padahal, masih banyak permainan daring yang juga memiliki konten serupa.

"Ini kan kanal untuk menghibur. Sebenernya kan permainan-permainan ini memang kalau diterapkan di dunia nyata berbahaya, seperti balapan, fighting itu kan," kata Tatang.

"Konyol. Dalam arti pemerintah atau MUI itu tidak percaya dengan masyarakatnya yang sudah teredukasi. Harusnya kalo negara maju kita," imbuh dia.

Pemain PUBG lainnya, Fandi Gunawan (25) mengatakan hal serupa.

Menurutnya, PUBG ataupun gim daring lainnya diunduh masyarakat sebagai sarana untuk menghibur diri sendiri dari kepenatan sehari-hari.

"Itu kan menjadi media hiburan kita ketika kita penat dengan kehidupan sehari-hari ya," kata Fandi yang telah setahun belakangan menjadi pemain PUBG.

Fandi menyarankan bahwa PUBG jangan sampai dilarang apalagi sampai dihentikan operasionalnya di Indonesia.

Menurut Fandi, lebih baik pemerintah mengelompokkan permainan yang tepat bagi kelompok umur tertentu.

"Mendingan sih game itu dibikin dikelompokkan menurut umur saja. Jadi PUBG ya anak kecil nggak boleh main atau gimana. Itu kan belum diatur ya," katanya.

16 Mahasiswa Ditangkap Polisi saat Asyik Main PUBG

Game Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) Mobile kian membuat ketagihan pecinta gaming

Baru-baru ini, game PUBG menjadi heboh di India. Pasalnya, kepolisian Kota Rajkot, negara bagian Gujarat, 10 mahasiswa ditangkap saat asyik bermain PUBG.

Penangkapan itu terjadi pada hari Rabu (13/3/2019), selang satu minggu setelah aturan larangan bermain PUBG diterapkan di negara bagian Gujarat.

Pihak kepolisian juga dilaporkan menangkap 6 mahasiswa yang berumur 18 hingga 22 tahun, pada Kamis (14/3/2019) pagi waktu setempat.

PUBG (Esportsnesia)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved