Sabtu, 23 Mei 2026

Berita Regional

Sumatera Blackout, Aceh hingga Riau Padam Total, PLN Ungkap Penyebabnya

Blackout berdampak luas di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau, mengganggu aktivitas masyarakat, usaha, internet & layanan publik.

Tayang:
Editor: Saifullah
Serambinews.com/Zainal Arifin M Nur
MAKAN DALAM KEGELAPAN - Dua warga Pagar Air, Aceh Besar, sedang menikmati makan dalam kegelapan, hanya diterangi senter dari HP, Selasa (19/5/2026) malam. Pasokan listrik di Aceh kerap mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir. Pada, Jumat (22/5/2026) malam ini pemadaman listrik kembali terjadi di hampir seluruh wilayah Aceh. Pihak PLN dalam pengumuman yang beredar di medsos menyatakan bahwa ratusan petugasnya sedang berusaha menangani gangguan. Namun tidak dijelaskan penyebab terputusnya aliran listrik ke Aceh. 

Ringkasan Berita:
  • Pemadaman listrik massal di Sumatera terjadi akibat gangguan transmisi 275 kV Rumai–Muaro Bungo yang memutus sistem kelistrikan wilayah utara dan tengah Sumatera.
  • Blackout berdampak luas di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau, mengganggu aktivitas masyarakat, usaha, internet, dan layanan publik.
  • PLN kini melakukan pemulihan bertahap yang diperkirakan memakan waktu 6–8 jam sambil memastikan jaringan aman dan stabil kembali.

 

Blackout berdampak luas di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau, mengganggu aktivitas masyarakat, usaha, internet, dan layanan publik.

SERAMBIBINEWS.COM, PADANG - Pemadaman listrik besar-besaran yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam, dipicu oleh gangguan pada sistem transmisi tegangan tinggi 275 kV yang menghubungkan wilayah Sumatera Bagian Tengah dan Utara.

Akibat gangguan tersebut, pasokan listrik di berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau, mengalami blackout atau padam total dalam waktu bersamaan.

PLN menyatakan, bahwa gangguan terjadi sekitar pukul 18.44 WIB ketika jalur transmisi Rumai–Muaro Bungo mengalami pemutusan sistem.

Kondisi itu menyebabkan jaringan kelistrikan Sumatera Bagian Utara (SBU) terlepas dari sistem Sumatera Bagian Tengah (SBT), sehingga distribusi daya listrik terganggu secara menyeluruh.

Dampaknya langsung dirasakan masyarakat di berbagai kota, mulai dari padamnya penerangan rumah, terganggunya aktivitas usaha, hingga lumpuhnya sebagian layanan publik yang bergantung pada listrik.

General Manager (GM) PLN UID Sumatera Barat, Arjun Karim menjelaskan, bahwa sumber gangguan berasal dari sisi gardu induk pembangkitan dan jaringan transmisi utama.

Baca juga: Warung Kopi di Banda Aceh Penuh Sesak, Imbas Listrik Aceh-Sumatera Padam

Saat ini, pihak PLN masih fokus melakukan pemulihan sistem secara bertahap agar aliran listrik dapat kembali normal di seluruh daerah terdampak.

Menurutnya, proses recovery sistem kelistrikan tidak dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan penyesuaian beban dan sinkronisasi jaringan secara bertahap untuk menghindari gangguan susulan.

Tim teknis PLN diterjunkan ke berbagai titik untuk memastikan kondisi jaringan aman sebelum listrik kembali dinyalakan secara penuh.

Di sejumlah daerah, warga terlihat mulai menggunakan lilin dan lampu darurat untuk penerangan sementara.

Aktivitas masyarakat pada malam hari pun ikut terganggu.

Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami kerugian karena operasional terhenti mendadak.

Terutama usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik seperti warung internet, rental PlayStation, hingga usaha makanan dan minuman.

Baca juga: Listrik Padam Massal di Sumatera: Aceh, Medan hingga Riau Terdampak

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved