2 Orang Ibu Hamil Terjangkit Sifilis, Terungkap dari Hasil Skrining 302 Ibu Hamil di Nagan Raya

Pemerintan Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Kesehatan setempat mengungkap adanya dua orang ibu hamil yang positif terjangkit penyakit sifilis..

2 Orang Ibu Hamil Terjangkit Sifilis, Terungkap dari Hasil Skrining 302 Ibu Hamil di Nagan Raya
For Serambinews.com
Sekretaris Dinas Kesehatan Nagan Raya, Arafiq Karim. 

Laporan Sa’dul Bahri | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Pemerintan Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Kesehatan setempat mengungkap adanya dua orang ibu hamil yang positif terjangkit penyakit sifilis dan 9 orang terkena hepatitis.

Angka tersebut terungkap dari hasil skrining 302 orang ibu hamil yang dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan disetiap Puskesmas dan pihak rumah sakit yang ada di wilayah Nagan Raya sejak awal 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Nagan Raya Hj Siti Zaidar melalui Sekdis Kesehatan Arafiq Karim kepada Serambinews.com, Rabu (3/4/2019) mengatakan, sipilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf.

Jika terdeteksi lebih awal, sifilis akan lebih mudah disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen, namun, penyakit sipilis yang tidak diobati dapat mengakibatkan kerusakan serius pada otak atau sistem saraf serta organ lainnya, termasuk jantung.

Sifilis atau raja singa adalah sebuah kondisi yang terjadi karena adanya infeksi bakteri bernama treponema pallidum, salah satu cara paling sering penularan penyakit ini akibat hubungan intim yang dilakukan dengan orang yang sudah terinfeksi.

Selain dengan hubungan badan, sifilis juga bisa menular melalui kontak atau pertukaran cairan tubuh, misalnya melalui darah. 

Baca: Nagan Raya Data Semua Ibu Hamil

Baca: Infeksi Sifilis Melonjak Tajam di Jepang, Ada Apa?

Baca: 8 PSK Saritem Bandung Terjangkit HIV, 3 Lainnya Sifilis

“Sifilis bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk pada wanita yang sedang mengandung. Berita buruknya, penularan sifilis bisa terjadi dari seorang wanita hamil ke janin yang sedang dikandung, sementara dampak paling buruk yang bisa terjadi dari penularan bisa menyebabkan kematian bayi yang masih berada di dalam kandungan,” jelasa Arafiq.

Terkait adanya temuan penyakit tersebut tesebut pihaknya langsung melakukan penaganan, sebab penyakit tersebut dinilai berbahaya, karena mengarah kepada HIV-AIDS.

“Kita berharap kepada warga Nagan Raya, terutama generasi muda supaya lebih berhati-hati dan tetap setia kepada pasangannya, hal itu kita maksut supaya tidak terjangkit penya sifilis yang mengarah kepada penyakit HIV-AIDS,” ujar Arafiq Karim.

Halaman
123
Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved