Setelah Arun dan Exxon, Deposit Gas di Aceh Utara Masih Ada 3 Triliun Kaki Kubik

Seberapa besar potensi gas alam yang masih terkandung dalam perut bumi Aceh Utara, pasca-Arun dan Exxon Mobil?

Setelah Arun dan Exxon, Deposit Gas di Aceh Utara Masih Ada 3 Triliun Kaki Kubik
Serambinews.com
Eks kilang Arun NGL Co, salah satu landskap Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Seberapa besar potensi gas alam yang masih terkandung dalam perut bumi Aceh Utara, pasca-Arun dan Exxon Mobil?

"Masih sangat besar. Diperkirakan 3 triliun kaki kubik (TFC) gas," kata Anggota DPRK Aceh Utara Fraksi PAN, Marwan Yahya.

Menurut perhitungannya dari ladang Tail Gas Arun, North Sumatera Offshore (NSO), Blok A Medco, Trianggle Pase, Mane Off Shore dan lain-lain depositnya masih sangat besar, bisa mencapai 3 triliun kaki kubik.

Masalahnya, kata Marwan Yahya, sejak 1976 hingga 38 tahun eksploitasi gas alam Aceh Utara, 20 tahun reformasi dan 14 tahun MoU Helsinki otoritas migas Aceh masih dipegang Pemerintah Pusat.

Baca: Kementerian ESDM Bangun 5.000 Jargas di Aceh Utara

Baca: Mulai 2016, Exxon Pasok Gas untuk Rumah Tangga

Baca: Anggota DPRK Aceh Utara Minta PT Pupuk Indonesia dan Likuidator AAF Segera Bayar Utang Kontraktor

Baca: Izin Berakhir, PT Arun Tetap Olah Gas Exxon

"Kita tidak berdaya apapun mengambil alih kekuasaan atas sumber daya Aceh ini," demikian Marwan Yahya seusai bertemu direksi PT Pupuk Indonesia Holding Company dan Tim Likuidator PT AAF di Jakarta.

Kata Marwan Yahya, cadangan gas yang masih sangat besar itu, agar dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali industri berbasis gas di Aceh Utara.

"Pipanisasi gas alam dari Arun ke Kawasan Industri Medan (KIM) harus ditinjau ulang bila industri berbasis gas seperti PIM, AAF, KKA tidak bisa hidup atau tidak mampu direvitalisasi oleh Pemerintah Pusat. Kalau alasannya tidak ada gas, lalu kenapa KIM Medan dengan mudah mendapatkan gas sampai 300 MMSCD?" tanya Marwan Yahya. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved