Survei Pemilih
Survei JSI: Caleg Potensial Bisa Kalah dengan Caleg yang Punya Banyak Uang
Hasil survei yang dilakukan JSI menemukan setidaknya sekitar 10 persen dari 700 responden akan terpengaruh dengan para caleg yang memberikan uang.
Penulis: Subur Dani | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Subur Dani I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jaringan Suara Indonesia (JSI) mengatakan tingkat praktik money politic (politik uang) di Aceh menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 terbilang tinggi.
Hal itu dikatakan Direktur JSI Fajar S Tamin berdasarkan survei yang dilakukan JSI baru-baru ini di Aceh.
JSI melakukan survei kepada konstituen yang akan memilih calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI.
Data dikumpulkan sejak 31 Januari hingga 4 Februari 2019 dengan cara teknik multistage random sampling (acak) terhadap 700 responden di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, khusus di daerah pemilihan (dapil) satu Aceh untuk DPR RI.
Baca: Puskesmas Peunaron Diduga Tolak 4 Pasien Muntaber di Luar Faskes, Begini Kata Kadiskes Aceh Timur
Baca: Cari Inspirasi Ala Street Fashion? Yuk Ketemu Zaskia Sungkar dalam Aceh Islamic Fashion Festival
Baca: Dikira Istrinya, Seorang Ayah Perkosa Anak Kandungnya Sendiri
Hasil survei yang dilakukan JSI menemukan setidaknya sekitar 10 persen dari 700 responden akan terpengaruh dengan para caleg yang memberikan uang kepada mereka.
Mulai dari Rp 20.000, Rp 50.000 hingga Rp 100.000.
"Kalau dijumlahkan dari angka Rp 20-100 ribu, itu kira-kira ada yang berubah pilihannya sekitar 10 persenan, 10 persen itu mengaku terpengaruh dengan money politic si caleg," kata Fajar S Tamin saat dihubungi Serambinews.com dari Banda Aceh, Rabu (3/4/2019).

Oleh karena itu, JSI mengkhawatirkan, praktik money politic yang dilakukan sejumlah caleg akan mempengaruhi konstituen di Aceh yang sebenarnya memilih dengan hati nurani dan berdasarkan kapabilitas si caleg itu sendiri.
"Cukup tinggi mas (money politic), dan yang cukup menghkhawatirkan bagi caleg-caleg yang punya potensi, tapi dia kalah dengan caleg-caleg yang memiliki uang, itu sangat memungkinkan beralih," pungkas Fajar S Tamin.(*)