Setelah Rumahnya Rubuh, Keluarga Miskin di Pidie Sudah Enam Tahun Numpang di Rumah Orang

Meski pemerintah tiap tahun mengalokasikan dana bantuan rumah duafa, baik melalui dana aspirasi dewan, baital mal dan dianggarkan khusus untuk bangun

Setelah Rumahnya Rubuh, Keluarga Miskin di Pidie Sudah Enam Tahun Numpang di Rumah Orang
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Ridwan Ahmad duduk di depan rumah di Gampong Raya Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya. Ridwan bersama keluarga sudah enam tahun numpang di rumah tersebut. 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM,SIGLI - Meski pemerintah tiap tahun mengalokasikan dana bantuan rumah duafa, baik melalui dana aspirasi dewan, baital mal dan dianggarkan khusus untuk bangun rumah.

Tapi, penyaluran sebagian rumah bantuan itu tidak tepat sasaran. Rumah bantuan itu justru diberikan kepada keluarga terdekat pejabat dan penguasa.

Sehingga masih adanya warga miskin di Pidie yang layak menerima rumah bantuan, justru terabaikan.

Seperti nasib Ridwan Ahmad (49) warga Gampong Raya Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya belum memperoleh rumah bantuan.

Kini, Ridwan bersama sang isteri Hayatun Nufus (30) dan buah hatinya Riska (8) harus menumpang di rumah tetangganya di gampong tersebut.

Baca: Imam Besar Barisan Muda Umat Serahkan Rumah Bantuan untuk Nek Rohani, Warga Miskin di Baet

Baca: VIDEO - Sudah Rampung, Komunitas Kami Peduli Bireuen Serahkan Rumah untuk Warga Miskin di Mon Mane

Baca: Rumah Warga Miskin Terbakar, Lima Jiwa Mengungsi

"Sudah jalan enam tahun kami menumpang di rumah tetangga. Sebab, rumah yang kami tempati telah rubuh," kata Ridwan Ahmad kepada Serambinews.com, Sabtu (6/4/2019).

Ia menjelaskan, dirinya tidak sanggup membangun rumah, lantaran bekerja sebagai buruh tani dari hasil menggarap sawah milik orang.

"Sawah yang saya garap milik orang lain, tidak tiap tahun diberikan," sebut Ridwan.

Ia mengungkapkan, hasil panen padi dari menggarap sawah orang lain hanya cukup untuk makan. Sehingga Ridwan bersama isterinya harus mencari rezeki ke kecamatan lain saat musim panen maupun turun ke sawah.

"Saya sendiri terkadang pergi memotong padi sampai ke Aceh Besar," jelasnya.

Dengan kondisi kemiskinannya, kata Ridwan, ia berharap adanya perhatian Pemkab Pidie, agar membantu membangun rumah bantuan.

Ridwan juga tidak menerima bantuan dana Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal, satu anaknya yang kini duduk di bangku SD sangat berhak memperoleh dana pendidikan dari PKH.

"Orang kaya rumah permanen justru memperoleh dana PKH, saya numpang di rumah orang kok tidak mendapatkan dana PKH," ungkap Ridwan yang terlihat kurang sehat. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved