Ustadz Abdul Somad: Ya Allah, Beri Kami Kemampuan Mengubah Kerumunan Menjadi Kekuatan Politik

Rekaman jamaah meluber saat Ustadz Abdul Somad menyampaikan Syiar Islam diunggah UAS menjelang momen Pilpres 2019 ini.

Ustadz Abdul Somad: Ya Allah, Beri Kami Kemampuan Mengubah Kerumunan Menjadi Kekuatan Politik
INSTAGRAM.COM
Suasana Ttabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Stadion GLBK Bandung 

"Kalau ada ustadz, ada kiai, hormati, jangan dicela."

"Yang lainnya, Ustadz Ahmad Heryawan disingkat UAH pilih nomor 2 ya sudah, kita hargai, kita hormati," katanya.

"Ustadz Ahmad Syaikhu disingkat UAS pilih nomor 2 silakan."

"UAH dan UAS sahabatan pilih nomor 2."

"TGB, UYM pilih nomor 1, tidak apa-apa," katanya.

Baca: Polisi Tetapkan 3 Siswi SMA Tersangka Kasus Pengeroyokan Audrey Siswi SMP Pontianak

Baca: Baru Saja Diluncurkan, Ini Perbandingan Harga dan Spesifikasi Oppo Reno & Oppo Reno 10x Zoom Edition

Mengapa, kata Ustadz Adi Hidayat, kok jadi ramai disambut gelak tawa jemaah yang menyaksikan ceramah ini.

Dalam sejumlah kesempatan, sejumlah ceramah yang dilakukan UAS dan UAH memang menunjukkan kecenderungan pilihan dalam Pilpres 2019, yang tinggal menghitung hari.

Demikian juga yang ditunjukkan Aa Gym, bahkan menunjukkan dengan simbol jari.

"TGB dan UYM pilih no 1, UAH dan UAS pilih no 2, silakan, kita hargai, kenapa jadi ke saya?"

Ustadz Adi Hidayat berseloroh, ceramah ini akan dipotong.

"Saya yakin, habis ini, pasti dipotong," katanya sambil geleng-geleng kepala.

Selama ini, akronim UAH identik dengan Ustadz Adi Hidayat.

Demikian juga UAS identik dengan Ustadz Abdul Somad.

Sebelum ini, Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan soal pilihan yang harus dilakukan umat Islam.

"Umat ini sudah cerdas, tidak bisa dipaksa-paksa, mereka tahu," katanya.

Reaksi Ustaz Abdul Somad & Ustaz Adi Hidayat Ketika Jamaahnya Salam 2 Jari

Ustaz Abdul Somad (UAS)  maupun Ustaz Adi Hidayat punya reaksi berbeda ketika jamaahnya mengacungkan salam 2 jari.

Pasalnya salam 2 jari saat ini sangat identik dengan pasangan capres nomor 2 Prabowo-Sandi.

Saat Ustaz Abdul Somad berceramah di Bagan Batu, Rokan Hilir Riau, 21 Februari 2019 lalu, UAS menyampaikan tak rela masyarakat tercabik-cabik hanya karena Pilpres, Pileg atau Pilkada.

"Ingat Pilpres, Pileg 2019 17 April. Abis 17 April selesai. Jangan gara-gara ini silaturahim kita putus," katanya.

UAS kemudian mengingatkan jika hal yang utama tetaplah persatuan.

"Masalah beda pilihan, masalah beda partai, persatuan nomor satu," kata UAS.

Dan tiba-tiba sejumlah jamaah berterian 'Capres nomor 2'.

Mendengar hal itu UAS langsung menghentikan ceramahnya sejenak.

"Aku tak cakap begitu," kata UAS.

UAS kemudian mengingatkan kehadiran Panwaslu dan Bawaslu.

"Pak panwaslu ingat baik-baik saya tidak cerita politik nih. jangan nanti saya pulang dari sini difitnah."

UAS kemudian menegaskan jika NKRI sejak merdeka sudah terbiasa dengan perbedaan-perbedaan pilihan ini.

"Kita sudah terbiasa dengan Pilpres, Pilkada, Pileg. Itu bukan cuma 2019, maka jangan terlampau hanyut gara-gara ini," ucapnya.

Berikut videonya:

Sementara itu dalam sebuah ceramaahnya tentang Maulid Nabi, Ustaz Adi Hidayat memberikan dua pilihan ke jamaahnya.

Namun  Ustaz Adi Hidayat terlebih dahulu memberikan pengertian tentang Maulid dengan Maulud.

Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa pengertian Maulid adalah waktu kelahiran.

Hal ini berbeda dengan pengertian Maulud.

"Kalau kita berbicara Maulud berarti kita akan bicarakan tentang sosok yang dilahirkan," terangnya.

Adi Hidayat pun memberikan pilihan kepada jammahnya mau membahas maulid atau maulud.

"Sekarang pertanyaannya antum mau bahas tyang mana? Maulid atau maulud?," tanyanya.

Dia pun meminta jammah yang memilih maulid untuk angkat tangan.

"Yang pengen satu angkat tangan?," katanya.

Seketika tak ada satupun jamaahnya angkat tangan.

"Yang pilih dua angkata tangan?," tanyanya lagi.

Tanpa komando, seluruh jamaahnya angkat tangan.

Tak sedikit yang mengacungkan salam 2 jari mirip dengan salam 2 jari Prabowo Sandi.

"Dua, dua, dua," teriak jamaahnya.

"Sudah, sudah, sudah," kata Adi Hidayat menenangkan jamaahnya.

"Kita lagi bahas ta'lim nih bukan yang lain,"katanya.

Namun sekali lagi Adi hidayat bertanya ke jamaahnya, "Satu atau Dua?"

Dan jmaahnya pun kembali berteriak, "dua".

"Sudah, sudah," kata Adi Hidayat lagi.

Ia pun melanjutkan pembahadsan soal Maulud tadi.

Dalam cermaahnya di kesempatan lain, Adi Hidayat menegaskan jika dirinya netral di pilpres.

"Saya ntral insya allah dalam persoal-persoaln politik, walupun setiap orang punya pilihan" tegasnya.

Ia pun meminta jamngan sampai perbedaan itu membuat orang saling mencela dan menjelek-jelekkan.

Dia juga meminta para elite politik untuk menciptakan suasana yang damai dan tentram.

Dia kemudian memberikan pilihan.

"Jadi kalau ada orang bilang satu jangan menghormati, dua saling menghormati, anda pilih yang mana?," tanyanya.

Serentak jamaahnya berteriak, "dua".

"Ya sudah, selesai," tutupnya.(*)

Baca: Demo PT EMM - Seratusan Brimob dan Satpol PP Dikerahkan Kawal Pertemuan Plt Gubernur dan Mahasiswa

Baca: Aksi Demonstrasi Mahasiswa Aceh di Jakarta Iringi Pembacaan Putusan Izin PT EMM

Baca: Penyiram Air Keras Belum Terungkap, Novel: Pernyataan Saya Setahun 8 Bulan Lalu Ternyata Benar

Baca: Belum Selesai Kasus #JusticeForAudrey, Beredar Video Bullying Siswa SD di Manado Tampar Temannya

 (tribun-timur.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Doa Ustadz Abdul Somad 'Ya Allah, Beri Kami Kemampuan Mengubah Kerumunan Menjadi Kekuatan Politik'

Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved