Di Balai Kota, TDMRC Unsyiah Paparkan Dampak Kenaikan Air Laut di Pesisir Banda Aceh

Tim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) beraudiensi dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah..

Di Balai Kota, TDMRC Unsyiah Paparkan Dampak Kenaikan Air Laut di Pesisir Banda Aceh
For Serambinews.com
Tim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) beraudiensi¬† dengan¬† Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di Balai Kota, Jumat (12/4/2019). 

Di Balai Kota, TDMRC Unsyiah Paparkan Dampak Kenaikan Air Laut di Pesisir Banda Aceh

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) beraudiensi  dengan  Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di Balai Kota, Jumat (12/4/2019).

Di hadapan Wali Kota, TDMRC memaparkan temuan terkait dampak kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim wilayah pesisir Banda Aceh. Penelitian tersebut berlangsung sejak 2016-2019 yang didukung PEER-USAID.

Baca: 89 Persen Jamaah Haji Sudah Lunasi Biaya, Tersisa 476 Jamaah

Baca: Mulai Besok Semua Parpol Peserta Pemilu Dilarang Berkampanye

Baca: Jelang Debat Terakhir, Prabowo-Sandiaga Bertemu Aa Gym, Apa yang Dibicarakan?

Ketua TDMRC Unsyiah, Dr Khairul Munadi mengatakan, Banda Aceh memiliki topografi landai dengan elevasi kurang lebih 80 centimeter di atas permukaan laut. 

Kondisi ini menjadikan Banda Aceh rawan bencana pesisir, seperti tsunami dan banjir rob. Pihaknya sendiri sudah melakukan simulasi numerik untuk memprediksi pengaruh kenaikan muka air laut, terhadap potensi bencana tsunami dan banjir rob di Banda Aceh dalam jangka waktu 50 dan 100 tahun. 

Dalam 50 tahun, kata Khairul, muka air laut akan naik setinggi 35 centimeter, yang menyebabkan 3 persen atau 184 hektare wilayah Banda Aceh digenangi banjir rob. Sementara dalam jangka 100 tahun, kenaikan muka air laut akan mencapai 70 centimeter.

“Dengan kenaikan sebesar ini, diprediksikan jika terjadi skenario gempa dan tsunami yang sama dengan Desember 2004, maka gelombang tsunami akan menjangkau hingga 4 kilometer ke daratan,” kata Khairul.

Maka dari itu, TDMRC Unsyiah merekomendasikan Pemerintah Banda Aceh agar menyusun dokumen rencana mitigasi bencana tsunami dan banjir rob yang dikombinasikan dengan kenaikan muka air laut. 

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SEAk MM mengapresiasi penelitian yang dilaksanakan TDMRC. Menurutnya, penelitian terkait risiko bencana jangka panjang penting dilaksanakan untuk mendukung perencanaan pembangunan Kota Banda Aceh yang berketahanan terhadap bencana.

“Saya mendukung penuh upaya yang dilakukan TDMRC yang telah berpikir jauh ke depan. Saya harap TDMRC dapat terus berkoordinasi dengan segenap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, agar informasi-informasi penting seperti ini dapat menjadi acuan perencanaan ke depan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved