Haji Uma Adu Peran dengan Artis Top Indonesia di Sinetron Masjid yang tak Dirindukan di ANTV
Sinetron yang kini judulnya berubah menjadi “Masjid yang Dirindukan” ini tayang setiap hari di stasiun televisi nasional ANTV, pukul 18.00 WIB.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Zaenal
Dulu masjid itu sangat kecil dan tidak terawat, serta sangat sepi dari umat yang mau beribadah di situ.
Adalah Pak Abu (Priyo) yang meminta kepada Kertanegara untuk merenovasi besar- besaran masjid itu.
“Saya yakin setelah masjid ini bagus, pasti akan banyak yang beribadah disini, dan saya janji akan membuat mesjid ini ramai” ujar Pak Abu kala itu dengan yakinnya.
Kertanegara pun yang melihat tekad dari Pak Abu akhirnya setuju dan masjid pun direnovasi total.
Allah ternyata punya rencana lain, ketika masjid baru saja diresmikan, Pak Abu meninggal dunia ketika sedang azan.
Kertanegara pun bingung mencari siapa marbot pengganti Pak Abu dan ia sempat meminta anak Pak Abu, Malik Aryaputra (Reza Rahadian), untuk menggantikan pekerjaan bapaknya.
Tentu saja Malik menolaknya, karena Malik disaat yang bersamaan baru saja mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan dan sesuai dengan kepintaran yang ia miliki.
Namun Kertanegara terus mencari cara bagaimana Malik mau menjadi marbot.
Bahkan Kertanegara meminta Malik membayar utang Bapaknya selama ini, yaitu hutang karena Pak Abu sudah berjanji akan meramaikan masjid itu.
Kinar (Fita Anggriani) ialah seorang guru agama yang selalu beribadah di Masjid Nurul Madinah.
Ia yang bersama Pak Abu ketika Pak Abu meninggal di saat sedang azan.
Kinar lalu mengatakan kepada Malik bahwa Pak Abu menjuluki masjid itu ialah masjid yang tak dirindukan karena sepinya umat yang mau ke masjid di jaman yang semakin maju ini.
Ziva (Donita) ialah putri satu-satunya Kertanegara yang berprofesi sebagai wanita karir yang cukup sukses.
Ia terkejut ketika melihat Malik untuk pertama kalinya di saat ia ingin memberikan sembako untuk keluarga almarhum Pak Abu.
Ziva pun penasaran untuk mengetahui siapa Malik dan dia juga menginginkan Malik untuk menggantikan posisi Bapaknya untuk menjadi marbot di masjid itu.
Kerja keras Malik dan rekan-rekannya untuk memakmurkan masjid ini akhirnya membuahkan hasil, sehingga sinetron ini pun berubah judul menjadi “Masjid yang Dirindukan.”(jafaruddin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/haji-uma-syuting-sinetron-masjid-yang-dirindukan.jpg)