Haji Uma Adu Peran dengan Artis Top Indonesia di Sinetron Masjid yang tak Dirindukan di ANTV
Sinetron yang kini judulnya berubah menjadi “Masjid yang Dirindukan” ini tayang setiap hari di stasiun televisi nasional ANTV, pukul 18.00 WIB.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Zaenal
Haji Uma Adu Peran dengan Artis Top Indonesia di Sinetron Masjid yang tak Dirindukan di ANTV
SERAMBINEWS.COM - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma kembali bikin heboh publik di Aceh.
Belum habis cerita tentang perolehan suaranya dalam Pemilu 2019 yang dianggap fenomenal oleh banyak pihak, tiba-tiba masyarakat Aceh dikejutkan dengan sosok pria berpenampilan mirip Haji Uma di sinetron religi “Masjid yang tak Dirindukan”.
Sinetron yang kini judulnya berubah menjadi “Masjid yang Dirindukan” ini tayang setiap hari di stasiun televisi nasional ANTV, pukul 18.00 WIB.
Dikutip dari Wikipedia.org, sinetron “Masjid yang tak Dirindukan” tayang perdana pada tanggal 25 Maret 2019 di ANTV.
Sinetron yang diproduksi oleh Tobali Putra Productions ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan artis top Tanah Air.
Di antaranya Reza Rahadian, Donita, dan Fita Anggriani, Roy Marten, Oni Suwarman (Kabayan), dan lainnya.
Promo pertama dari acara ini dirilis pada 11 Maret 2019. Acara ini menandai kembalinya aktor Reza Rahadian dan aktris Donita setelah beristirahat 4 tahun dari TV.
Melihat banyaknya aktor/aktris top dalam sinetron itu, maka sangat wajar warga Aceh terkaget-kaget ketika melihat sosok Haji Uma tampil di sana. Beradu akting dengan para aktor level nasional.
Haji Uma yang namanya melambung di Aceh karena perannya sebagai “Abu si Yusniar” dalam serial komedi Aceh Eumpang Breueh, mendapat peran sebagai Pak RT dalam sinetron Masjid Yang Dirindukan.
Baca: Haji Uma ke Senayan, Tamatkah Eumpang Breuh?
Dihubungi Serambinews.com via pesan Whatsapp, Haji Uma mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan akting di level nasional.
"Alhamdulillah, saya dipercaya berperan sebagai Pak RT dalam sinetron Masjid yang Dirindukan, mulai dari episode 27. Dengan latar belakang saya sebelumnya, tentu ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri di mana dapat beradu peran dengan sejumlah artis papan atas nasional,” ujar Haji Uma kepada Serambinews.com, Kamis (25/4/2019).
Kamis hari ini, sinetron tersebut telah memasuki episode 31.
Baca: Pesona ‘Haji Uma’
Baca: Suara untuk Haji Uma Tembus Tiga Ratus Ribu
Ditanya asal muasal dirinya terlibat dalam sinetron nasional itu, Haji Uma mengatakan, awalnya dia diajak oleh Oni Suwarman (Oni Kabayan), rekannya di DPD RI.
Oni adalah anggota DPD RI asal Jawa Barat. Pada Pemilu 2019 lalu, Oni meraih suara tertinggi dibanding calon-calon terpilih lainnya dengan 2.167.485 suara (Pemilih Jawa Barat pada Pemilu 2014 adalah 33,2 juta jiwa).
“Awalnya saya diajak Kang Kabayan, dikenalkan dengan sutradara, kemudian diuji akting dengan standar nasional, Alhamdulillah lulus,” ujar Haji Uma.
Ia melanjutkan, keputusan ikut terlibat dalam sinetron tersebut karena bersifat sinetron religi, kental dengan unsur edukasi, serta sarat pesan moral dan keagamaan yang dibumbui unsur komedi.
Melalui sinetron ini dirinya berharap akan dapat ikut mencerahkan dan juga menghibur masyarakat.
Terkait dengan keterlibatannya dalam sinetron tersebut, Haji Uma memastikan tidak akan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota DPD.
Malah menurutnya, ini menjadi bagian dari misinya untuk memperkenalkan budaya dan tradisi Aceh ke tingkat nasional.
"Tugas dan tanggung jawab kepada rakyat Aceh adalah prioritas utama dan yang terpenting, Insya Allah semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Karena sebenarnya saat menjabat sebagai anggota DPD RI asal Aceh, sebelumnya juga pernah beberapa kali syuting film di Aceh dan jadwalnya disesuaikan tanpa berpengaruh terhadap aktifitas tugas. Sama halnya dengan ini," ungkap Haji Uma.
Baca: Wow! Haji Uma Kembali ke Senayan, Punya Suara Rangking 1 di 16 Kabupaten/Kota di Aceh, Ini Jumlahnya
Di akhir penyampaiannya, Haji Uma berharap sinetron ini dapat menjadi tontonan menarik dan menjadi tuntunan bagi masyarakat, termasuk di Aceh.
Karena banyak pesan moral dan inspirasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengunjungi dan beribadah di rumah Allah.
Sementara terkait perannya sebagai Pak RT, Haji Uma membeberkan bahwa dalam alur ceritanya, Pak RT menjadi sosok yang banyak dilibatkan dalam sejumlah kejadian dikampung tersebut.
Salah satunya saat terjadi kehilangan kotal amal dan mikrofon di Masjid Nurul Madina yang membuat Reza Rahardian yang berperan sebagai ustad di masjid tersebut mendapat kekerasan dari pelaku yang berujung ke kantor polisi.
Haji Uma berharap dengan keterlibatannya pada sinetron berskala nasional menjadi pintu masuk bagi eksistensi ke depan di kancah perfiliman nasional.
Dengan demikian, secara perlahan nantinya dapat menjadi ruang atau media untuk mempromosikan kultur keacehan di pentas perfileman dan pertelevisian nasional.
Berikut dua video cuplikan akting Sudirman alias Haji Uma dalam sinetron religi Masjid yang Dirindukan.
Sinopsis
Dikutip dari Wikipedia.org, Masjid Nurul Madinah baru saja diresmikan oleh pemiliknya, Kertanegara (Roy Marten), seorang milyuner yang mempunyai bisnis di berbagai bidang.
Dulu masjid itu sangat kecil dan tidak terawat, serta sangat sepi dari umat yang mau beribadah di situ.
Adalah Pak Abu (Priyo) yang meminta kepada Kertanegara untuk merenovasi besar- besaran masjid itu.
“Saya yakin setelah masjid ini bagus, pasti akan banyak yang beribadah disini, dan saya janji akan membuat mesjid ini ramai” ujar Pak Abu kala itu dengan yakinnya.
Kertanegara pun yang melihat tekad dari Pak Abu akhirnya setuju dan masjid pun direnovasi total.
Allah ternyata punya rencana lain, ketika masjid baru saja diresmikan, Pak Abu meninggal dunia ketika sedang azan.
Kertanegara pun bingung mencari siapa marbot pengganti Pak Abu dan ia sempat meminta anak Pak Abu, Malik Aryaputra (Reza Rahadian), untuk menggantikan pekerjaan bapaknya.
Tentu saja Malik menolaknya, karena Malik disaat yang bersamaan baru saja mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan dan sesuai dengan kepintaran yang ia miliki.
Namun Kertanegara terus mencari cara bagaimana Malik mau menjadi marbot.
Bahkan Kertanegara meminta Malik membayar utang Bapaknya selama ini, yaitu hutang karena Pak Abu sudah berjanji akan meramaikan masjid itu.
Kinar (Fita Anggriani) ialah seorang guru agama yang selalu beribadah di Masjid Nurul Madinah.
Ia yang bersama Pak Abu ketika Pak Abu meninggal di saat sedang azan.
Kinar lalu mengatakan kepada Malik bahwa Pak Abu menjuluki masjid itu ialah masjid yang tak dirindukan karena sepinya umat yang mau ke masjid di jaman yang semakin maju ini.
Ziva (Donita) ialah putri satu-satunya Kertanegara yang berprofesi sebagai wanita karir yang cukup sukses.
Ia terkejut ketika melihat Malik untuk pertama kalinya di saat ia ingin memberikan sembako untuk keluarga almarhum Pak Abu.
Ziva pun penasaran untuk mengetahui siapa Malik dan dia juga menginginkan Malik untuk menggantikan posisi Bapaknya untuk menjadi marbot di masjid itu.
Kerja keras Malik dan rekan-rekannya untuk memakmurkan masjid ini akhirnya membuahkan hasil, sehingga sinetron ini pun berubah judul menjadi “Masjid yang Dirindukan.”(jafaruddin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/haji-uma-syuting-sinetron-masjid-yang-dirindukan.jpg)