Senin, 11 Mei 2026

Crane TPI Kuala Langsa Rusak, Sudah 3 Bulan Nelayan Angkut Fiber Ikan Secara Manual

Crane pengangkut fiber ikan di TPI Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat rusak,

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Ketua DPRK Langsa, Burhansyah (baju biru) membantu nelayan menarik fiber untuk diangkut ke mobil angkutan. 

Dalam satu harinya 70 fiber diangkut crane dan dikalikan 21 hari setiap bulan, maka totalnya ada 1.470 fiber yang diangkut menggunakan crane. Sehingga setoran untuk crane bisa mencapai Rp 6 juta lebih.

Namun dari Rp 4.500 uang storan dari nelayan sebagai ongkos angkut menggunakan crane, sekitar Rp 2.500 untuk pihak ketiga selaku pengelola, dan disetorkan bersih ke dinas terkait Rp 2.000/fibernya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan, Kota Langsa, Rudi Selamat SP, yang datang ke TPI Kuala Langsa, sore kemarin, mengaku sudah perintahkan Kabid Perikanan untuk slmenyelesaikan persoalan crane rusak ini.

Namun menurut Kabid Perikanan, belum ada pertemuan dengan nelayan. Tapi untuk persoalan crane rusak, akan dibicarakan lebih lanjut agar ada solusi perbaikannya.

Karena untuk perbaikan crane, dinas tersebut saat ini tidak memiliki uang. Sedangkan selama ini setoran PAD dari crane ini hanya Rp 25 juta/tahun.

Ke depan pihaknya berencana akan membuat kontrak baru sistem pengelolaan crane di TPI Kuala Langsa ini, dan dirinya menilai Rp 2.000/fiber tidak layak disetorkan ke PAD. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved