Selasa, 12 Mei 2026

Kisah Kaisar Jepang dari Perang Dunia II, Hingga Menyebut Dirinya Makhluk Fana

Setelah 30 tahun menjadi Kaisar, Akihito akhirnya melepaskan jabatan itu dan menyerahkannya kepada Naruhito pada (1/5/2019).

Tayang:
Editor: Fatimah
NHK
Kaisar Jepang Akihito 

Peran kaisar di Jepang pada era modern ini layak untuk dipertanyakan, dan sebagian besar orang masih menganggapnya bukan sebagai manusia.

"Bahwa sekarang orang masih menyambut kaisar seperti dewa yang hidup, kaisar dan permaisuri berusaha keras untuk berbicara sebagai manusia," kata Takehsi Hara seorang Ilmuwan Politik dan pakar sistem kekaisaran di Universitas Terbuka Jepang.

Monarki Jepang secara turun temurun telah dimulai sejak 600 SM, demikian tulis BBC

Kaisar Jepang dipandang sebagai dewa tetapi, hal itu ditinggalkan sejak Hirohito dan Akihito menyatakan diri sebagai makhluk fana di akhir Perang Dunia II.

Baca: Kemenag Mulai Godok Kloter Haji Aceh, Penyusunan Berbasis Zonasi Jamaah

Akihito juga secara resmi melanggar norma-norma sebagai kaisar pada 1991 ketika berlutut untuk berbicara kepada orang-orang yang terkena dampak letusan.

Interaksi keduanya adalah dengan orang-orang penderita penyakit kronis seperti kusta yang terpinggirkan di Jepang, juga merupakan perubahan yang tajam dari tradisi kekaisaran pada masa lalu.

Setelah 30 tahun menjadi Kaisar, Akihito akhirnya melepaskan jabatan itu dan menyerahkannya kepada Naruhito pada (1/5/2019).

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Kisah Kaisar Jepang dari Perang Dunia II Hingga Menyebut Dirinya Makhluk Fana

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved