Fakta Tentang Kaisar Jepang, Perkataannya Dianggap Wahyu Ilahi
The Day of Infamy, sebuah hari yang akan dikenang pahit oleh publik Amerika Serikat sampai detik ini.
Kaisar Jepang mempunyai julukan Tenno Heika yang berarti Kedaulatan Surgawi alias Kaisar adalah keturunan Dewa.
Namun usai kekalahan Jepang pada Perang Pasifik, Hirohito mulai menanggalkan sebutan ini karena malu masa Dewa kalah sama negara kapitalis manusia Amerika.
Baca: Muhammadiyah Akan Mulai Puasa Besok, Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Ini Lokasi Rukyatul Hilal
Baca: Ungkap Kenapa Dirinya Tak Pernah Mau Diundang Presiden ke Istana, Cak Nun: Hina Saya kalau ke Sana
3. Tak Sudi berbicara di depan umum
Salah satu aturan kekaisaran Jepang selama beratus tahun ialah sang kaisar tak boleh berbicara di depan umu.
Hal ini lantaran perkataan kaisar dianggap 'Wahyu Ilahi' bagi rakyatnya.
Hirohito untuk pertama kalinya tampil di muka umum di Hiroshima seusai perang berakhir KYODO
Namun semua mendadak berubah ketika Hirohito melakukan siaran radio pada tahun 1945.
Dalam siaran itu Hirohito mengumumkan jika negaranya harus menyerah kepada Amerika.
Rakyat dan tentara Jepang terhenyak seketika mendengar ini.
Mereka membungkuk dan berlutut di depan corong radio karena mendengar pertama kali suara kaisar yang dipujanya menyuruh menyerah kepada musuh. Sebuah Wahyu bermakna kekalahan.
4. Kekaisaran hampir dibubarkan
Usai Hiroshima dan Nagasaki dilalap bom atom, Jepang mulai ketakutan sasaran bom berikutnya adalah istana kekaisaran Tokyo.
Tak pelak Hirohito langsung mengumumkan kekalahan Jepang.
Usai menyerah, Amerika berencana membubarkan saja kekaisaran Jepang dan mengadili Hirohito sebagai penjahat perang di Mahkamah Internasional.
Panglima pasukan Amerika di Pasifik, Douglas MacArthur ketika menerima kunjungan Kaisar Hirohito usai Jepang menyerah tanpa syarat. Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hirohito.jpg)