Pembunuhan di Ulee Madon

Psikolog: Kemungkinan Pembunuh Istri dan Anak di Ulee Madon Psikopat, Kejiwaannya Perlu Diperiksa

Nur Jannah menambahkan, perlu juga diwaspadai adanya kecenderungan psikopat pada pelaku.

Psikolog: Kemungkinan Pembunuh Istri dan Anak di Ulee Madon Psikopat, Kejiwaannya Perlu Diperiksa
SERAMBI FM/ILHAM
Psikolog Aceh Nur Janah 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Psikolog senior Aceh, Dra Psi Hj Nur Jannah Al Sharafi MPd, merekomendasikan agar pria yang membantai istri dan dua anaknya di Ulee Madon,  Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/5/2019) agar diperiksakan kondisi kejiwaannya kepada psikiater.

"Perlu diperiksakan untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku sekaligus membantu kepolisian untuk mengungkap motif pembunuh yang sebenarnya," ujar Nur Jannah saat dihubungi Serambinews.com di Banda Aceh, Selasa (7/5/2019) sore.

Nur Jannah menambahkan, perlu juga diwaspadai adanya kecenderungan psikopat pada pelaku.

"Meskipun untuk itu diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu," kata Direktur Psikodista Banda Aceh itu.

Sebagaimana diberitakan terdahulu, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim Reskrim Polres Lhokseumawe terhadap kasus pembantaian di Desa Ulee Madon, Aceh Utara, diketahui bahwa korban dibunuh dengan cara digorok dan ditikam. Sedangkan korban yang masih bayi (2 tahun) tewas setelah dimasukkan kepalanya ke dalam bak mandi.

Nur Jannah menilai, pembunuhan di Ulee Madon, Aceh  Utara, itu sudah tergolong keji (evil). Suatu perilaku dikategorikan keji jika ia sudah melampaui dan menyimpang dari standar perilaku yang disepakati masyarakat.

"Nah, membunuh, menggorok, memasukkan bayi ke dalam bak hingga meninggal, itu termasuk perilaku keji," ulas Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ini mengutip Stone (2009).

Baca: Pembunuh Istri dan Dua Anak di Ulee Madon Aceh Utara Mengaku Kerasukan Setan

Baca: Sebelum Dibunuh Suaminya, Irawati Sempat Kirim SMS Minta Tolong, Anaknya Loncat dari Lantai Dua

Baca: Korban Dibunuh dengan Cara Digorok dan Ditikam, Bayi Dimasukkan dalam Bak Mandi

Ia juga menyebutkan beberapa komponen perilaku keji tersebut, yakni sangat mengerikan, sulit dinalar, dan akibat penderitaan bagi korban sangat mengerikan.

Menurut Nur Jannah, kekejian muncul bisa dicetuskan oleh beberapa hal, yaitu: alkohol maupun drug lainnya, pengalaman masa kecil yang menyakitkan (ada trauma yang tak selesai), pengaruh latihan atau rehearsal berupa game, film kekerasan, pengaruh peer grup (kelompok sebaya yang penjahat, misalnya), gangguan kepribadian, dan dendam atau penyebab lainnya.

Peristiwa sadis tersebut terjadi di rumah pelaku dan korban, Selasa (7/5/2019) pukul 02.00 WIB.

Saat olah TKP, ditemukan kondisi semua pintu terkunci, kecuali pintu di lantai dua yang digunakan oleh anak pelaku yang selamat, yakni Zikri (4) untuk melompat ke luar.

"Sesuai hasil olah TKP, didapati fakta bahwa korban dibunuh dengan cara digorok dan ditikam, sementara korban yang masih bayi dimasukkan ke dalam bak mandi," tulis Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskim SKP Indra T Herlambang, via WhatsApp kepada Serambinews.com.

Sekitar tujuh jam dari peristiwa berdarah itu terjadi, tersangka pelaku yang merupakan suami dari istri dan ayah dari kedua anaknya berhasil diringkus polisi di kawasan Lambaro, Aceh Besar.

Tersangka kemudian diboyong ke Mapolres Lhokseumawe untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved