Opini

Ramadhan; Wisata Halal di Aceh

Marhaban ya Ramadhan. Bulan Ramadhan, bulan penuh kemulian, kesucian dan pengampunan kembali datang

Ramadhan; Wisata Halal di Aceh
IST
RAHMADHANI, M.BUS, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh

Festival Ramadhan 2019, sebuah even wisata islami diharapkan, tidak hanya menjadi media untuk beribadah saja (habluminallah), tapi juga menjadi media kreativitas, dan berbagi dengan sesama wisatawan (habluminannas).

Wisata religi
Ragam acara akan digelar selama Festival Ramadhan 2019, seperti penyediaan ragan kuliner khas Aceh yang paling digemari oleh wisatawan untuk berbuka puasa dan penyelenggaraan ragam atraksi wisata islami lainnya, seperti pameran budaya, buka puasa bersama, penampilan seni, talkshow (produk dan wisata halal), tausyiah, tadarus, bazaar, takjil gratis, dll.

Aceh juga kaya dengan ragam peninggalan sejarah Islam masa lalu, seperti situs-situs sejarah islami dan tsunami, kuburan massal, pesantren, museum tsunami dan kuburan para tokoh atau ulama kharismatik Aceh lainnya, seperti Syech Abdurauf Al Singkili, Nurdin Ar’aniri, Sheikh MudaWaly, Ali Hasjmy, dll.

Peninggalan-peninggalan tersebut yang tersebar hampir di seluruh Aceh layak dikunjungi oleh wisatawan muslim selama bulan Ramadhan sebagai destinasi wisata ziarah, spiritual, dan edukasi, ditambah lagi dengan ragam acara menarik dan unik yang digelar oleh masyarakat sebagai peninggalan tradisi kuno mereka.

Penyelenggaraan Festival Ramadhan 2019 sudah seharusnya menjadi pengalaman baru bagi setiap pengunjung dan wisatawan muslim, khususnya wisatawan Malaysia yang akan menjadikan Festival Ramadhan 2019 dengan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti shalat tarawih dan subuh di Masjid Raya Baiturrahman.

Selain itu, juga buka puasa bersama dengan anak yatim, qiyaumulai, tadarrus dan menikmati ragam sajian berbuka ala Aceh, dan lainnya, sebagai salah satu paket wisata favorit keluarga mereka di Aceh.

Tentu saja, pelayanan maksimal, kebersihan lokasi wisata dan promosi sesuai market target perlu menjadi prioritas dalam rangka menciptakan kenangan indah bagi setiap wisatawan yang akan berkunjung ke Aceh.

Berbasis 4C
Perlu menjadi perhatian, pengembangan destinasi wisata halal perlu dilakukan melalui semangat wonderful Indonesia dan The Light of Aceh melalui kerja sama semua pihak bersifat lintas sektor, lintas SKPA, dan lintas pemerintah kabupaten/kota sebagai CEO di daerah.

Khusus untuk pelaksanaan atraksi wisata yang terangkum dalam Calendar of Event (COE) perlu dikurasi secara detail dengan melibatkan tim curator event dan event organizer dengan selalu menerapkan standar 4C atau 4 Nilai (creative value, commercial value, communication value, dan CEO commitment), sesuai arahan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya saat launching Calendar of Event Aceh 2019 di Jakarta, Jumat (22/03/2019).

Setiap even wisata yang akan digelar perlu memiliki nilai kreativitas. Selain mengajak anak-anak muda kreatif dalam merancang sebuah even wisata, juga setiap even perlu dikemas sesuai dengan latar belakang dan karakter daerah. Demikian juga, setiap kegiatan tersebut harus memiliki nilai komersil, tidak hanya mampu mendatangkan wisatawan, juga mampu menciptakan transaksi ekonomi, khususnya penjualan produk-produk lokal kepada pengunjung.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved