Minggu, 17 Mei 2026

Laris Manis, Pembeli Mi Caluk Grong-Grong di Idi Harus Pakai Nomor Antre

Bagi pembeli Mie Caluek Grong-grong yang dijual di tepi jalan Medan-Banda Aceh, di Kota Idi Rayeuk, Aceh Timur, harus rela mengantre panjang.

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Pembeli mengantre membeli Mie Caluek Grong-Grong yang dijual di tepi jalan Medan-Banda Aceh, di Kota Idi Rayeuk, Aceh Timur, Jumat (10/5/2019) sore. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Bagi pembeli Mie Caluek Grong-grong yang dijual di tepi jalan Medan-Banda Aceh, di Kota Idi Rayeuk, Aceh Timur, harus rela mengantre panjang.

Karena ramainya peminat Mie Caluek Grong-grong ini, sehingga penjual mie caluek tersebut memberikan nomor antrean kepada pembeli.

Tak tanggung-tanggung nomor antreannya sampai nomor urut 150.

"Harus pakai nomor antrean dulu bang supaya dapat giliran," kata Adi pedagang Mie Caluek Grong-grong kepada seorang pembeli.

Adi berjualan di atas mobil carry pick up, dan dibantu istrinya Ana, yang membantu menaruk kuah ke dalam plastik.

Sedangkan Adi yang membungkus mie caluek.

Karena di tepi jalan protokol Idi Rayeuk, sehingga kerumunan pembeli ini mengundang perhatian pengguna jalan.

"Katanya Mie Caluek Grong-grong enak. Makanya hari ini mau saya beli," ujar seorang pembeli.

Baca: Brigadir Antoni Anggota Polres Pidie, Pulang Kantor Jualan Mi Caluk Demi Membantu Orang Tuanya

Baca: VIDEO - Mie Caluk, Kuliner Khas Aceh untuk Menu Berbuka Puasa

Baca: Mi Caluek dan Es Mambo Aman

Baca: Mengintip Dapur Mi Caluek Grong-grong

Baca: Mi Caluk Mak Halimah Laris Manis di Areal TPS Alue Lim Lhokseumawe

"Oh pakai nomor antre sudah seperti pelayanan di Bank BRI saja," kata seorang pembeli lainnya.

"Saya sudah pernah beli Mie Caluek Grong-grong emang enak dan lezat," kata Rahmat Hidayat.

Adi mengaku berasal dari Grong-grong, Pidie, dan saat ini menetap di Keude Gerobak, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur. Sejak, memasuki Puasa Ramadhan, ia berjualan mie caluek di Kota Idi sebagai menu berbuka puasa.

"Bahannya empat macam dicampur satu. Yaitu mi lidi, mihun, mi Aceh, dan urap," jelas Adi.

Sedangkan, kuahnya terdiri dari tiga macam.

"Harganya Rp 5000 per bungkus," ujar Adi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved