Rabu, 8 April 2026

Sri Lanka Berlakukan Jam Malam Setelah Kekerasan Antimuslim Menyebar

Seorang pria meninggal akibat luka tusukan setelah sekelompok orang menyerang usaha bisnisnya di Distrik Puttalam, di wilayah barat laut Sri Lanka.

Editor: Fatimah

SERAMBINEWS.COM - Sri Lanka menerapkan jam malam di seluruh pelosok negeri, setelah kerusuhan anti-Muslim menyebar ke sejumlah kota, sejak serangan bom di sejumlah gereja dan hotel.

Di sebuah provinsi di wilayah barat laut Sri Lanka, massa menyerang masjid dan toko, dan polisi setempat mengatakan satu orang terbunuh.

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan dan memberlakukan jam malam sampai waktu yang tidak ditentukan.

Baca: Tak Punya Ongkos Mudik ke Medan, Pria Ini Nekat Sembunyi di Roda Pesawat

Ketegangan meningkat sejak kelompok militan Islam melakukan serangan bom bunuh diri tiga pekan lalu yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Di sejumlah kota, polisi mengeluarkan tembakan ke udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan orang perusuh.

Baca: Usai Ciduk HS yang Ancam Penggal Kepala Jokowi, Kini Polisi Buru Wanita Baju Putih Perekam Video

Pada Senin dini hari, Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengimbau agar masyarakat bersikap tenang dengan mengatakan bahwa kerusuhan saat ini menghambat upaya penyelidikan serangan bulan lalu.

Jam malam yang berlaku tujuh jam mulai berlangsung pukul 21:00 waktu setempat.

Di kota Kiniyama di wilayah barat laut, jendela dan pintu masjid dihancurkan.

Serangan itu dipicu oleh sekelompok orang yang menuntut penggeledahan sebuah bangunan setelah tentara memeriksa sebuah danau di dekatnya untuk mencari senjata api, demikian laporan kantor berita Reuters.

Baca: Anak Korban Sempat Dengar Tersangka Mengancam Bunuh

Di kota Chilaw, yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, toko-toko dan masjid milik warga Muslim setempat diserang, menyusul unggahan di Facebook yang ditulis oleh seorang warga Muslim setempat, yang dianggap sebagai ancaman.

Pria yang menulis unggahan tersebut, seorang pengusaha Muslim berusia 38 tahun, telah ditangkap.

Seorang pria meninggal akibat luka tusukan setelah sekelompok orang menyerang usaha bisnisnya di Distrik Puttalam, di wilayah barat laut Sri Lanka.

Baca: Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam Dilantik Hari Ini

Pemerintah Sri Lanka telah memblokir sejumlah platform media sosial dan aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan Whatsapp, agar kekerasan tidak menjalar.

"Saya mengimbau semua warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang salah. Pasukan keamanan bekerja untuk menangkap teroris dan memastikan keamanan negara," kata perdana menteri melalui Twitter.

Baca: Aceh Jaya Siapkan Peserta Terbaik Tampil di MTR Nagan Raya

Insiden kekerasan juga dilaporkan terjadi di kota Hettipola, di mana sedikitnya tiga toko dilaporkan dibakar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved