Banyak Ikan Dibuang ke Laut

Hingga Minggu (19/5) kemarin, krisis es balok di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, masih berlanjut

Banyak Ikan Dibuang ke Laut
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh melakukan aktifitas bongkar muat ikan usai melaut, Selasa (12/3/2019). 

* Akibat Krisis Es Balok

BANDA ACEH - Hingga Minggu (19/5) kemarin, krisis es balok di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, masih berlanjut. Akibatnya, banyak nelayan yang terpaksa membuat hasil tangkapannya ke laut karena kondisi ikan lembek.

Hal tersebut disampaikan Kepala Syahbandar PPS Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, Tommi Purnomo kepada Serambi, Minggu (19/5), di Lampulo. Dikatakan, terjadinya krisis es balok karena permintaannya meningkat lima hingga sepuluh kali lipat dari kondisi normalnya. meningkatnya permintaan es balok karena banyak boat nelayan yang membongkar hasil tangkapan di Dermaga PPS Kutaradja Lampulo.

Kemarin, kata Tommi, ada lima kapal nelayan yang membongkar hasil tangkapan di Dermaga PPS Kutaradja dan siangnya ada beberapa unit boat lagi yang bongkar ikan. Kalau setiap boat membongkar 10-20 ton ikan di Dermaga PPS Lampulo, setidaknya total ikan yang dilelang berkisar 50-100 ton. Untuk ikan sebanyak itu dibutuhkan puluhan sampai ratusan ton es balok.

Di PPS Kutaradja, lanjut Tommi, memang ada dua pabrik es balok, satu milik PT Aceh Lampulo Jaya Bahari yang mampu memproduksi 1.000 balok es/hari, dan satu lagi milik Pemko Banda Aceh memproduksi sekitar 300 balok per hari.

Es balok yang diproduksi kedua pabrik es lokal itu, belum mampu memenuhi kebutuhan es bagi boat nelayan yang bongkar hasil tangkapan di Dermaga PPS Kutaradja Lampulo. “Boat yang bongkar hasil tangkapan di Dermaga Lampulo bukan hanya boat nelayan yang bermarkas di PPS Kutaradja Lampulo, tapi banyak juga dari Idi, Aceh Timur dan Meulaboh, Aceh Barat,” jelasnya.

Alasan boat luar Banda Aceh membongkar hasil tangkapan di Dermaga PPS Kutaradja Lampulo, agar ikan-ikan mereka cepat dilelang dan terjual. Selain itu, jika harus kembali ke daerahnya, butuh waktu lagi untuk melelang hasil tangkapan.

Butuh 200 Ton Es
Kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo, Nurmahdi menambahkan, kekurangan es balok yang terjadi di PPS Kutaradja Lampulo sudah diatasi dengan masuknya produsen es dari Idi, Pidie dan Pidie Jaya ke PPS Lampulo. Tapi karena es batang yang dibutuhkan naik lima sampai 10 kali lipat dari kondisi normal, es balok yang dipasok dari luar Banda Aceh itu tetap tidak cukup.

Dikatakan, pada Sabtu kemarin, produksi ikan di PPS Lampulo, bisa mencapai 175 ton. Untuk produksi ikan sebanyak itu, butuh 200 ton es balok. Di Aceh Besar juga ada produksi es balok, tapi hasilnya tetap tidak mampu memenuhi permintaan karena memang hasil tangkapan melimpah.

Dua minggu lalu, ungkap Nurmahdi, ada empat kali ikan tangkapan nelayan harus ditanam karena sudah lembek dan busuk. “Pertama sebanyak 4 ton ikan, kedua 4 ton, ketiga 2 ton dan keempat 2 ton lagi,” ujar Nurmahdi.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved