Breaking News:

Ramadhan 1440 H

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri Sendirian dan Berjamaah

Jangan mencari-cari alasan untuk melaksanakan shalat Id sendirian yang mengarah kepada tatabu' ar-rukhas

Editor: Zaenal
Istimewa
Ilustrasi 

Jadi, jangan mencari-cari alasan untuk melaksanakan shalat Id sendirian yang mengarah kepada tatabu' ar-rukhas (mencari-cari kemudahan dengan motif memenuhi sebab-sebab rukhsah/keringan) yang dilarang dalam agama.

Keringanan ini khusus bagi yang ada uzur syar'i, semisal, sibuk mengerjakan rukun/wajib haji sehingga id terlewati, sakit, tertidur, perempuan lemah, pekerjaan wajib seperti keamanan dan medis atau muslim yang sedang berada di negara mayoritas nonmuslim.

Jadi, rukhsah (keringan) ini ditujukan kepada orang-orang yang kesulitan hadir pada salat Id berjamaah.

Tata cara shalat Id sendirian

Secara umum tidak ada perbedaan, kecuali tidak ada khutbah dan dilakukan dengan cara sir (suara rendah).

Tetap dengan niat tunai, bukan qadha.

Dan dilakukan hanya dua rakaat karena dua khutbah id bukan rukun namun hanya sunat.

Demikian dalam mazhab Syafi'i.

Pertama, shalat id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnata li ‘îdil fithri adaan lillahi ta'ala”.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat tunai karena Allah ta’ala.”

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved