Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Surat Kabar Malaysia Turunkan Liputan Eksklusif Peniaga Aceh Kuasai Sektor Runcit

Kiprah para peniaga (pedagang) asal Aceh di negeri jiran ini diangkat sebagai liputan eksklusif oleh Berita Harian Malaysia, edisi Selasa 21 Mei 2019.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Berita Harian
Keberadaan para peniaga (pedagang) asal Aceh diangkat sebagai liputan eksklusif oleh Berita Harian Malaysia, edisi Selasa 21 Mei 2019. 

Surat Kabar Malaysia Turunkan Liputan Eksklusif Peniaga Aceh Kuasai Sektor Runcit

SERAMBINEWS.COM - Keberadaan para perantau Aceh di Malaysia, khususnya yang bekerja di sektor perdagangan (kedai runcit), mendapat sorotan dari media setempat.

Kiprah para peniaga (pedagang) asal Aceh di negeri jiran ini diangkat sebagai liputan eksklusif oleh Berita Harian Malaysia, edisi Selasa 21 Mei 2019.

Dikutip dari Wikipedia.org, Berita Harian merupakan sebuah surat kabar berbahasa Melayu di Malaysia.

Koran ini mulai terbit pada 31 Agustus 1957, yang tanggalnya sama saat Malaysia mencapai kemerdekaan.

Berita Harian disebut beredar luas di seluruh negeri, dari semenanjung sampai ke Sarawak dan Sabah, dengan oplah ratusan ribu eksemplar.

Dalam liputan eksklusifnya, Berita Harian menyebut Lebih dari 100.000 dari 500.000 orang Aceh di Malaysia, diyakini mendominasi sektor ritel (peruncitan) dan jasa.

Sebagian besar dari mereka terkonsentrasi di Lembah Klang.

Bisnis Aceh diyakini dilindungi oleh penduduk setempat yang mengizinkan nama mereka untuk digunakan dalam lisensi.

Para warga lokal ini mengklaim diri sebagai pemilik toko ketika operasi diluncurkan oleh otoritas lokal, terutama Balai Kota Kuala Lumpur (DBKL).

Sumber mengatakan bahwa dana keuangan masyarakat Aceh menjadi lebih kuat setelah peluncuran sumbangan untuk korban tragedi tsunami pada tahun 2004.

Bahkan, sebagian besar bisnis Aceh juga dikatakan memiliki kartu identitas (KTP) Malaysia, kata sumber.

Baca: Warga Aceh di Malaysia Kecewa tak Bisa Memilih Capres Jagoannya, Imbas Penciutan TPS Luar Negeri

Baca: Warga Aceh di Kuala Lumpur Malaysia Peringati Maulid, Sembelih 5 Lembu dan 3 Kerbau

Ketua Komite Kamar Dagang Melayu Kuala Lumpur (DPMMKL) Abdul Razak Ab Majid mengatakan kemampuan orang Aceh untuk memperluas rantai ritelnya di negara tersebut diyakini telah dimulai dengan dukungan keuangan masyarakat melalui 'dana bawah tanah' selama dekade terakhir.

Dia mengatakan studi DPMMKL sejak 2012, menemukan bahwa dana itu awalnya diadakan untuk membantu masyarakat Aceh di Malaysia, untuk membangun kembali kehidupan mereka setelah tsunami.

"Mereka memulai bisnis kecil yang disebut toko-toko Aceh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka sendiri.”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved