Tafakur

Efek Ibadah

Selama bulan Ramadhan, banyak di antara kita telah berusaha beribadah sebanyak-banyaknya dan sebaik mungkin

Efek Ibadah
IST
Jarjani Usman

Oleh: Jarjani Usman

Selama bulan Ramadhan, banyak di antara kita telah berusaha beribadah sebanyak-banyaknya dan sebaik mungkin. Namun, bukan tidak mungkin, apa yang dilakukan hanya menyisakan rasa lelah saja, tidak berefek terhadap perilaku pribadi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi setiap hamba untuk mengevaluasi efek ibadahnya.

Misalnya, walaupun bertadarus siang dan malam, bahkan menggunakan mikrofon agar suaranya melengking tinggi, akan sia-sia saja apabila niatnya tidak murni karena Allah. Apabila diniatkan karena Allah, tanpa menggunakan mikrofon pun akan tetap bersemangat membaca Alquran. Dan bahkan ada rasa khawatir kalau-kalau ibadah yang dilakukan termasuk perbuatan ria (ingin menampak-nampakkan) atau ingin memperoleh pujian manusia sebagai ahli ibadah.

Bila ibadah diniatkan karena Allah, pasti akan memberi efek positif terhadap perilaku atau akhlak sehari-hari. Bila diniatkan karena Allah, maka akan ada perbaikan para tataran ucapan dan perbuatan lainnya. Misalnya, akan menjadi lebih baik cara berinteraksi dengan istri atau suami, anak-anak, saudara, sesama insan seiman, dan sesama manusia. Apalagi Alquran adalah petunjuk kehidupan yang bila dipahami maknanya dan diterapkan karena Allah maka akan membawa kepada kebaikan. Terlebih karena di dalam Alquran terdapat banyak peringatan, sejarah, teladan hidup yang baik, dan lain-lain. Jadi, apabila ibadah tidak murni karena Allah, maka segala ibadah akan ditolak oleh-Nya. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved