Kereta Api Tamiang Beroperasi 2020

Jalur kereta api Aceh Tamiang - Medan akan seger beroperasi mulai tahun depan atau 2020

Kereta Api Tamiang Beroperasi 2020
ANAK-ANAK melintas di rel kereta api kawasan Desa Geulumpang Sulu Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.SERAMBI/NURUL HAYATI 

* Pembebasan dan Ganti Rugi Hampir Rampung

KUALASIMPANG - Jalur kereta api Aceh Tamiang - Medan akan seger beroperasi mulai tahun depan atau 2020. Hal itu seiring rampungnya pembayaran ganti rugi lahan pembangunan rel kereta api Sungailiput - Besitang melalui panitia pelaksana pengadaan tanah Kabupaten Aceh Tamiang.

Proses pembayaran ditandai dengan penyerahan buku rekening bank kepada pemilik tanah di Kantor Camat Kejuruanmuda Jumat (31/5), karena uang ganti rugi sudah ditransfer ke rekening masing-masing. Warga merupakan pemilik lahan di Kampung Tanjungmancang dan Kampung Pangkalan yang terimbas pembangunan jalur kereta api Sungailiput-Besitang.

Ketua Panitia Pelaksanan Pengadaan Tanah Kabupaten Aceh Tamiang, Ramli menjelaskan secara keseluruhan, terdapat 98 kepala keluarga yang menerima ganti rugi, namun pada tahap awal ini, uang ganti rugi yang diserahkan kepada 87 kepala keluarga.

“Masih ada 11 kepala keluarga lagi yang belum menerima dan dua di antaranya karena tidak hadir pada hari penyerahan buku rekening, sedangkan sembilan lagi pasca lebaran setelah melengkapi persyaratan administrasi,” jelas Ramli didampingi Kabag Pemerintahan Setdakab Aceh Tamiang Sepriyanto, Koordinator Pengadaan Tanah Wilayah Aceh pada Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbagut Maulizan dan pejabat lainnya.

Dijelaskan, realisasi pembayaran ini merupakan kerja tim yang mengacu pada UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang tata cara pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dan peraturan pelaksana lainnya. Pemerintah sendiri disebutnya menganggarkan Rp 19 miliar untuk proses ganti rugi yang bersumber dari APBN.

Jalur rel kereta api yang menghubungkan stasiun Sungailiput dengan stasiun Besitang ini menyentuh dua jenis lahan, yakni pemukiman yang berada di Kampung Tanjungmancang dan Pangkalan serta lahan perkebunan milik PT Desa Jaya di Kampung Sungailiput dan HGU PTPN 1 di Kampung Simpangkanan. Seluruh lahan terletak di Kecamatan Kejuruanmuda.

Sejak awal panitia sudah mengungkapkan untuk mewujudkan proyek ini dibutuhkan lahan sepanjang 5,8 kilometer dengan lebar 30 meter. Proses pengerjaan hingga terus dikebut agar target beroperasinya kereta api ini pada tahun depan dapat tercapai.

Dilansir sebelumnya, proyek pembangunan rel kereta api Sungailiput - Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut, sudah memasuki tahap pembayaran ganti rugi. Masyarakat yang terimbas proyek ini dijadwalkan sudah menerima uang ganti rugi sebelum lebaran Idul Fitri 1440 H.

Hal ini disampaikan Koordinator Pengadaan Tanah Wilayah Aceh pada Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbagut, Maulizan ketika berdialog dengan warga Kampung Pangkalan di Kantor Camat Kejuruanmuda, Aceh Tamiang, Rabu (22/5). Di Kampung Pangkalan diketahui ada 38 persil warga yang terimbas proyek nasional ini.

Dalam pertemuan itu, tim membacakan masing-masing nilai penggantian wajar kepada masyarakat. Dijelaskan Maulizan, nilai penggantian wajar ini dihitung berdasarkan beberapa item, di antaranya harga luas dan satuan tanah, harga luas dan satuan bangunan, biaya pindah, biaya transaksi dan biaya satuan dan luas tanaman.

“Besok kami siapkan berkasnya agar hari jumatnya bisa langsung diproses di Medan. Apabila prosesnya lancar, jumat pekan depan sudah bisa dibagikan rekening kepada masing-masing warga,” kata Maulizan.

Dia memastikan proses ganti rugi ini sesuai UU Nomor 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. “Posisi pada hari ini, PBB masih lima ribu rupiah per meter. Tapi karena sudah menggunakan UU Nomor 2 tahun 2012, nilai penggantian wajar seluruhnya di atas NJOP,” kata dia.

Diketahui pengadaan tanah di Sungailiput untuk rel kereta api sepanjang 5,8 kilometer dengan lebar 30 meter. Jalur yang dibutuhkan ini tersebar di Tanjungmancang sebanyak 45 persil dan Pangkalan 38 persil. Dialog dengan warga Kampung Tanjungmancang sendiri sudah dilakukan sehari sebelumnya.

Sementara jalur lain yang dibutuhkan tersebar di Simpangkanan yang merupakan HGU PTPN dan Sungailiput HGU PT Desa Jaya. Di jalur Sumut sendiri pengadaan tanah sudah selesai dilakukan karena menggunakan jalur kereta api lama.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved