Ramadhan ‘Habis’ Senin Sore 3 Juni, Lalu Kenapa Lebaran 5 Juni?

jika kita sepakat Kota Mekkah sebagai patokan, umat Islam bakal memiliki garis kalender dengan sebutan MMT (Mecca Mean Time), misalnya

Ramadhan ‘Habis’ Senin Sore 3 Juni, Lalu Kenapa Lebaran 5 Juni?
FOR SERAMBINEWS.COM
Agus Mustofa yang kerap dipanggil Pak AM, penulis puluhan buku serial Diskusi Tasawuf Modern 

Ramadhan ‘Habis’ Senin Sore 3 Juni, Lalu Kenapa Lebaran 5 Juni? 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dalam satu tulisannya yang menyebar di jejaring media sosial,  Agus Mustofa yang kerap dipanggil Pak AM, penulis puluhan buku serial Diskusi Tasawuf Modern menjelaskan, menurut perhitungan ijtimak alias konjungsi, ‘habisnya bulan Ramadhan 1440 H’ terjadi pada Senin, 3 Juni 2019 pukul 10:02 GMT atau pukul 17:02 WIB, yakni sebelum datangnya Magrib, pukul 17:21 WIB.

Menurut Pak AM, bulan Ramadhan 1440 H sudah habis 19 menit sebelum Maghrib pada 3 Juni 2019 dengan usia bulan Ramadhan tahun ini 29 hari.

Sedangkan sisanya, yang 19 menit itu adalah penggenapan. Sehingga bisa dikatakan, bulan Ramadhan 1440 H ini berusia 29 hari 19 menit.

Baca: Imam di Masjidil Haram sudah Khatam Alquran, Kemungkinan Besok Idul Fitri di Arab Saudi

Masalahnya, tulis Pak AM yang berlatar belakang pendidikan Teknik Nuklir Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini, ketinggian hilal yang hanya berusia 19 menit itu sangat tipis di atas horizon khususnya bagi pengamat yang ada di Indonesia bagian barat.

Pasti tidak kelihatan, ketika dirukyat saat Magrib, dengan peralatan secanggih apa pun dari permukaan bumi wilayah Indonesia Barat. Karena, akan tersilaukan oleh cahaya matahari yang sangat berimpit dengan bulan.

Bukan hanya bagi perukyat, bagi pelaku hisab hakiki pun ketinggian hilal yang berusia hanya 19 menit itu, lanjut Pak AM juga tidak wujud ketika dilihat dari wilayah Indonesia bagian tengah.

Apalagi, dari Indonesia bagian timur. Hilal tidak wujud. Karena, tertutup oleh lengkungan bumi. Semakin ke timur, posisi hilal semakin jauh di bawah horizon.

Itulah sebabnya, meskipun di wilayah Indonesia barat posisi hilal sudah wujud di atas horizon, tetapi karena sedemikian tipisnya, sehingga tidak wujud di WITA dan WIT, maka Muhammadiyah pun memutuskan menggenapkan puasa Ramadhan 1440 H menjadi 30 hari.

Baca: BREAKING NEWS - Bom Bunuh Diri Meledak di Pos Pengaman Lebaran 2019 Milik Polres Sukoharjo Jateng

Halaman
1234
Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved