Pembantaran Dicabut, KPK Kembali Tahan Romahurmuziy di Rutan

KPK menginformasikan pembantaran terhadap tersangka Muhammad Romahurmuziy alias Romy telah dicabut

Pembantaran Dicabut, KPK Kembali Tahan Romahurmuziy di Rutan
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Romahurmuziy alias Romy ketika ditemui awak media seusai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan  pembantaran terhadap tersangka Muhammad Romahurmuziy alias Romy telah dicabut dan kembali ke Rumah Tahanan (Rutan) K4 KPK pada Minggu (9/6) kemarin sore.

"Pembantaran RMY (Romahurmuziy) dicabut dan kembali ke rutan sore kemarin setelah sebelumnya pihak dokter RS Polri menyatakan terhadap RMY tidak dilakukan rawat inap," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (10/6/2019).

 
KPK melakukan penahanan 16 hari ke depan terhadap Romy pasca pencabutan pembantaran tersebut.

"Masa penahanan ini masih dalam rentang perpanjangan penahanan 40 hari yang telah dilakukan sebelumnya. Selama masa pembantaran, masa penahanan tidak dihitung," jelas Febri.

Sebelumnya, tersangka kasus suap seleksi jabatan di Kementerian Agama itu kembali mengeluh sakit dan dibantarkan penahanannya di Rumah Sakit Polri Jakarta Timur sejak Jumat (31/5/2019).

KPK pada Jumat (24/5) sempat memeriksa Romy di Gedung Merah Putih KPK Jakarta setelah sebelumnya sempat dibantarkan penahanannya di RS Polri.

"Sehat, sehat kalau sekarang," ucap Romy saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (24/5).

Untuk diketahui, Romy juga pernah dibantarkan penahanannya di RS Polri selama satu bulan sejak Selasa (2/4) dan baru kembali ke Rutan K4 KPK pada Kamis (2/5).

Selanjutnya, Romy kembali dibantarkan penahanannya di RS Polri Jakarta Timur sejak Senin (13/5) malam dan kembali ke Rutan K4 KPK pada Rabu (15/5).

Dalam perkara suap seleksi jabatan di Kemenag, KPK menetapkan Romy yang merupakan anggota Komisi XI DPR sekaligus Mantan Ketua Umum PPP sebagai tersangka karena diduga menerima uang Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved