Energi Terbarukan Pekerjakan 11 Juta Orang di Seluruh Dunia, Cina Tempati Urutan Pertama
Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-aan, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil
SERAMBINEWS.COM - Sektor energi terbarukan global mempekerjakan 10,98 juta orang pada tahun 2018.
Data dihimpun Anadolu Agency dari laporan Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) menunjukkan jumlah pekerja di sektor energi terbarukan pada tahun 2018 ini, naik 6,6 persen dibandingkan dengan 10,3 juta pada tahun 2017.
Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari "proses alam yang berkelanjutan", seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi.
Sumber energi terbarukan ini dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan.
Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil.
Dalam laporan berjudul “Energi Terbarukan dan Pekerjaan-Tinjauan Tahunan 2019”, Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) pada hari Kamis (13/6/2019) menyatakan bahwa lowongan pekerjaan energi terbarukan ini terkonsentrasi di Cina, Brasil, AS, India, dan negara-negara anggota Uni Eropa.
Baca: Kasus Gadai Istri di Luamjang, Hori Bilang Uang Gadai untuk Usaha, Ternyata untuk Judi
Baca: Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 2019 - Para Pembalap Bersaing Mulai Hari Ini
Pangsa negara-negara Asia menguasai 60 persen dari total pasar global.
Cina mempekerjakan sekitar 4,07 juta orang di sektor energi terbarukan dan menempati peringkat pertama dalam pekerjaan, sementara negara-negara Uni Eropa menempati urutan kedua dengan 1,23 juta pekerja.
Brasil berada di peringkat ketiga dengan 1,12 juta orang tahun lalu.
Amerika Serikat dan India mengikuti, masing-masing dengan 855.000 dan 719.000.
Laporan tersebut menyoroti bahwa beberapa faktor membentuk bagaimana dan di mana lapangan kerja dihasilkan di sepanjang rantai pasokan energi terbarukan.
"Ini termasuk kebijakan pemerintah; diversifikasi rantai pasokan; pola perdagangan; dan tren reorganisasi dan konsolidasi industri," kata IRENA, menambahkan bahwa cara produktivitas tenaga kerja semakin penting dari waktu ke waktu juga berperan.
Baca: Sidang Sengketa Pilpres 2019, Ini 3 Tuduhan Dugaan Kecurangan Jokowi-Maruf Versi 02
Perempuan dan Energi Terbarukan
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa pergeseran global ke energi terbarukan menuntut beragam keterampilan - teknis, bisnis, administrasi, ekonomi, dan hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-energi-terbarukan.jpg)