Hingga 18 Juni, Truk tak Diizinkan Menyeberang Sabang-Banda Aceh, Prioritaskan Mobil Pribadi

Memasuki H+11 lebaran Idul Fitri arus penumpang di Pelabuhan Balohan Sabang dan Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh masih tetap ramai....

Hingga 18 Juni, Truk tak Diizinkan Menyeberang Sabang-Banda Aceh, Prioritaskan Mobil Pribadi
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Sebuah truk keluar dari feri di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, beberapa waktu lalu.   

 
Hingga 18 Juni, Truk Belum Diizinkan Menyeberang Sabang-Banda Aceh, Pelabuhan Prioritaskan Mobil Pribadi

Laporan Muhammad Nasir I Sabang

 

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Memasuki H+11 lebaran Idul Fitri arus penumpang di Pelabuhan Balohan Sabang dan Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh masih tetap ramai.

Para penumpang tersebut merupakan wisatawan yang menghabiskan waktu liburan ke Sabang.

Untuk melancarkan masuk dan keluarnya wisatawan beserta kendaraannya dari dan ke Sabang, selama libur lebaran otoritas kedua pelabuhan tersebut memberlakukan larangan menyeberangan bagi truk pengangkut material/truk kontainer, kecuali bagi truk pengangkut sayur dan kebutuhan pokok lainnya.

Kepala Pelabuhan Balohan Sabang, Agustiar kepada Serambinews.Com, Sabtu (15/6/2019) mengatakan, berdasarkan aturan yang dikeluarkan pihaknya, truk masih dilarang menyeberang hingga 18 Juni 2019.

Karena kapal penyeberangan masih memprioritaskan angkutan kendaraan pribadi milik warga Sabang maupun wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut.

“Namun tidak menutup kemungkinan jika sewaktu-waktu truk tetap bisa menyeberang, misalnya dalam satu trip pelayaran ruang kosong masih tersedia dan mobil maupun sepeda motor pribadi yang mengantri sudah tidak ada lagi, maka truk kita perbolehkan masuk,” jelas Agustiar.

Katanya, hingga saat ini wisatawan masih tampak ramai di Pelabuhan Balohan Sabang. Namun saat ini sudah didominasi oleh wisatawan yang kembali ke daratan Aceh, karena sudah selesai liburan.

Baca: Sudah 175 Ha Hutan Aceh Hilang, Walhi Minta Polhut Serius Amankan Hutan Aceh

Baca: Dishub Kota Banda Aceh akan Terapkan Pembayaran Non Tunai, Ini Tujuannya

Baca: Tak Lagi Gunakan Plastik, Supermarket di Bali Pakai Daun Pisang untuk Mengemas Sayuran

Namun meskipun wisatawan masih ramai, antrean kendaraan yang masuk ke kapal sudah tidak panjang lagi.

“Memang wisatawan masih rame, cuma antrean sudah tidak seramai H+1 dan H=4 lebaran, semua kendaraan terangkut dalam sehari tidak harus menunggu keesokan harinya,” ujarnya.

Sehingga jadwal pelayaran pun kembali seperti jadwal normal, yaitu enam trip sehari. Dengan rincian iga trip kapal lambat yang dilayani oleh KMP BRR dan KMP Tanjung Burang. Serta tiga trip kapal cepat.

“Pelayaran sudah kembali normal, tiga trip kapal cepat, tiga trip kapal lambat. Tapi penumpang tetap ramai, kapal itu masih penuh-penuh dalam sekali jalan. Alhamdulillah terangkut semua,” ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved