Satpol PP dan Pedagang Adu Mulut, Saat Penertiban Pasar Tradisional di Bireuen

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Bireuen, melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di ruas Jalan Pengadilan

Satpol PP dan Pedagang Adu Mulut, Saat Penertiban Pasar Tradisional di Bireuen
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Bireuen tampak adu mulut dengan pedagang saat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di ruas Jalan Pengadilan Lama (kawasan Pasar Lama) dan di Jalan T Hamzah Bendahara, depan RSUD dr Fauziah Bireuen, Senin (17/6/2019). 

Satpol PP dan Pedagang Adu Mulut, Saat Penertiban Pasar Tradisional di Bireuen

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Bireuen, melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di ruas Jalan Pengadilan Lama atau kawasan Pasar Lama dan di Jalan T Hamzah Bendahara, depan RSUD dr Fauziah Bireuen, Bireuen, Senin (17/6/2019).

Pantauan Serambinews.com, selain ruas jalan di depan rumah sakit, penertiban juga dilakukan di jalan Pengadilan Lama, karena selama ini pedagang telah berjualan di atas badan jalan, sehingga di kawasan itu selalu macet dan semrawut. 

Saat dilakukan penertiban di jalan depan RSUD dr Fauziah, sempat terjadi cek cok mulut antara pedagang dan anggota Satpol PP dan WH. Bahkan nyaris terjadi baku hantam antara petugas dan pedagang. Namun cepat diantisipasi personel Polsek Kota Juang dan anggota TNI dari Subden POM 1-1 IM Bireuen, pertikaian dapat dilerai.

Kasatpol PP dan WH Bireuen, Jamaluddin SP mengatakan, penertiban yang dilakukan ini sesuai dengan instruksi Bupati Bireuen terkait larangan berjualan di sepanjang badan jalan, terutama di depan rumah sakit.

Katanya, sejak bulan Ramadhan hingga kini banyak pedagang yang berjualan di pingir jalan itu. Tapi selanjutnya tidak dibenarkan lagi, karena dapat menganggu pengguna jalan serta semrawut.

Baca: Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Aceh Barat, Mobil Ikut Rusak

Baca: Peringati Milad ke-7, Asokaya Kumpulkan Darah 121 Kantong

Baca: Aceh Tengah Gratiskan Izin dan Pajak Homestay

"Sebelum kita tertibkan, kita dari Satpol dan WH juga memberikan arahan seraya menempelkan pengumuman singkat, bertuliskan dilarang berjualan dengan batas waktu selama tiga hari ke depan," kata Jamaluddin.

Sampai saat ini, kata Jamaluddin pihaknya tetap memberi limit waktu selama tiga hari, selanjutnya pedagang dapat memindahkan lapak dagangannya dengan baik, sebelum tim penertiban membongkar lapak jualan mereka.

"Apabila tiga hari ke depan mereka masih tetap berjualan, maka tim penertiban akan turun lagi dan terpaksa dibersihkan, seluruh rak serta lapaknya terpaksa diangkut ke kantor Satpol PP," pungkas Jamaluddin. (*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved