Terima Kunjungan Putra-Putri Kebudayaan Aceh 2019, Ini Pesan Sekdako Lhokseumawe

Putra-Putri Kebudayaan Aceh 2019, Rahmad dan Raisatul Gebrina, bersilaturrahmi ke Sekdako Lhokseumawe, Miswar Ibrahim.

Terima Kunjungan Putra-Putri Kebudayaan Aceh 2019, Ini Pesan Sekdako Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Putera-Puteri Kebudayaan Aceh 2019, Rahmad dan Raisatul Gebrina, bersilaturrahmi dengan Sekdako Lhokseimawe, Miswar Ibrahim, Selasa (18/6/2019). 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Putra-Putri Kebudayaan Aceh 2019, Rahmad dan Raisatul Gebrina, bersilaturrahmi ke Sekdako Lhokseumawe, Miswar Ibrahim.

Keduanya di terima di ruang kerja lantai dua kantor wali kota setempat, Selasa (18/6/2019).

Dihadapkan Sekdako Lhokseumawe, keduanya memaparkan bagaimana mereka nantinya memiliki tugas untuk dapat berperan aktif dalam melakukan advokasi guna melestarikan berbagai kebudayaan Aceh dan juga akan mempromosikan kebudayaan Aceh di tingkat nasional pada even yang digelar Yayasan Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia tersebut.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, maka Miswar, kepada keduanya mengharapkan beberapa hal,  diantaranya meminta agar mempromosikan kebudayaan Aceh dalam bingkai syariat Islam, mengangkat kebudayaan khas Aceh.

"Serta terpenting bisa memberi aksi nyata bagi daerah untuk berperan aktif  melestarikan kebudayaan Aceh," pungkasnya.

Baca: VIDEO - Wakili Aceh, Rahmad & Raisatul Galang Dukungan untuk Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia

Baca: Putera-Puteri Kebudayaan Aceh 2019 Kunjung BI Lhokseumawe

Baca: Rahmad-Raisatul, Putra-Putri Kebudayaan Aceh 2019

Sebelumnya, Rahmad SH (27) dan Raisatul Gebrina (20) terpilih sebagai Putera-Puteri Kebudayaan Aceh 2019.

Sehingga bagi putra-putri asal Lhokseumawe tersebut berhak untuk mengikuti pemilihan Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia yang akan berlangsung Agustus 2019 mendatang di Jakarta. 

Jelang menuju tingkat nasional, maka keduanya kini terus berupaya menggalang dukungan baik dari pemerintah, pemerhati seni dan budaya, serta berbagai pihak lainnya.

Disamping juga melakukan berbagai persiapan, termasuk sesi advokasi. Untuk Rahman, mengambil tema advokasi seni tari Aceh dan Raisatul mengambil tema advokasi Peuayon Aneuk. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved