Tinggalkan Kemewahan Demi Jadi Pengusaha, Inilah Sosok Pangeran Arab Saudi, Fahad Bin Faisal Al Saud
Sebut saja Mohammed bin Salman, salah satu pangeran Arab Saudi yang dikabarkan punya kekayaan sebesar Rp 227,5 triliun.
SERAMBINEWS.COM - Berbicara soal pangeran Arab Saudi, pasti identik dengan gaya hidup glamor dan mewah.
Namun, ternyata tidak semua pangeran Arab Saudi menjalani kehidupan yang serba mewah.
Contohnya sosok Fahad bin Faisal Al Saud, pangeran Arab Saudi yang justru meninggalkan kemewahan demi mengejar mimpinya menjadi pengusaha.
Sikap Fahad memang berbeda dari kebanyakan anggota kerajaan Arab Saudi yang hidup bergelimang harta.
Sebut saja Mohammed bin Salman, salah satu pangeran Arab Saudi yang dikabarkan punya kekayaan sebesar Rp 227,5 triliun.
Selain dirinya, ada pula Alwaleed bin Talal yang sempat menggemparkan publik ketika dirinya dikabarkan membeli sebuah pesawat Airbus A380 seharga Rp 3,6 triliun.
Baca: Hasil Copa Amerika - Ditahan Venezuela, Brasil Tertunda ke Perempat Final, 3 Gol Firmino Dianulir
Baca: Agar Masyarakat Bisa Ikut Demo Tolak UU Ekstradisi, Situs Porno di Hong Kong Dimatikan Total
Baca: Terungkap Motif Pasutri Bunuh Karyawati Bank Mandiri Syariah, Dipicu Masalah Utang Rp 200 Ribu
Meski begitu, nyatanya tak semua pangeran di Arab Saudi memiliki gaya hidup mewah nan glamor.
Ada satu pangeran dari Arab Saudi yang gaya hidupnya jauh dari kemewahan seperti pangeran pada umumnya.
Dialah Fahad bin Faisal Al Saud.
Lalu, seperti apakah sosok pangeran Fahad yang hidupnya dikatakan jauh dari kemewahan?
Dilansir dari Grid.ID, loveinsaudi, dan stepfeed berikut 6 fakta Fahad bin Faisal Al Saud, pangeran Arab Saudi yang hidupnya jauh dari kata mewah dan glamor.
1. Lulusan Stanford University

Fahad bin Faisal Al Saud, Pangeran Arab Saudi yang rela tinggalkan kemewahan demi jadi pengusaha Instagram | @yolofahad
Pangeran Fahad merupakan lulusan dari Stanford University dengan gelar di bidang Teknik Mesin.
Selain Teknik Mesin, Pangeran Fahad juga mengambil dua jurusan lainnya, yakni Ilmu Manajemen dan Studi Sastra Timur Tengah.