Mahasiswa Unsyiah asal Pijay dan Empat Rekannya Ciptakan Sanitizer Cantila, Ini Hasil Penelitiannya

Satu dari lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) asal Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa

Mahasiswa Unsyiah asal Pijay dan Empat Rekannya Ciptakan Sanitizer Cantila, Ini Hasil Penelitiannya
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Hurun Maqhsurah (kanan) bersama Shindy Maulizar (kiri) memperlihatkan hasil produk inovatif herbal dari minyak nilam, sereh dan atsiri, Sabtu (22/6/2019). 

Satu Mahasiswa Unsyiah Asal Pijay dan empat rekannya Ciptakan Sanitizer Cantila, Ini Dasar Penelitiannya. 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Satu dari lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)  asal Kabupaten Pidie Jaya (Pijay)  yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) menciptakan produk inovatif berbahan herbal dengan bahan minyak nilam dan sereh,  serta minyak atsiri. 

Hurun Maqshurah, mahasiswa Unsyiah asal Pidie Jaya kepada Serambinews.com Sabtu (22/6/2019)  mengatakan,  penciptaan produk inovatif ini  bersama empat rekan  yaitu Chindy Mauliza,  Duana,  Ambri Agusmanto,  dan Weni Erfat yang merupakan mahasiswa lintas jurusan tehnik kimia ini berhasil memanfaatkan minyak sereh dan minyak nilam Aceh sebagai hand sanitizer cantila (cairan anti kuman)  nilam Aceh. 

"Selama ini nilai ekspor minyak atsiri Indonesia saat ini berada di angka 160,39 juta dollar Amerika Serikat dan Aceh merupakan pemasok nilam sekitar 15 sampai 20 persen dari volume produksi 2.382 ton," sebut Hurum bersama Koordinator tim,  Chindy Maulizar. 

Baca: Toke Seuem Minta Keuchik Jadi Pelopor Arisan Qurban, Bila Lebih Disumbang ke Kabupaten Tetangga

Baca: Dua Kapal Feri di Simeulue Tidak Beroperasi, Ini Penyebabnya

Baca: SMK-PP Negeri Bireuen Wisuda Angkatan ke-38, Dua Lulusan Diterima di Bogor

Dibawah bimbingan Drs Syaifullah Muhammad ST MEng bersama rekan satu tim secara kontinyu melakukan pengkajian terhadap minyak sereh dan nilam. Selain itu, pencampuran  minyak atsiri yang  memiliki multi dungsi  fungsi, baik antioksidan, antimikroba, maupun antibiofilm. 

Karena memiliki fungsi sebagai anti bakteri, maka mereka menggunakannya sebagai anitiseptik alami. Namun sayangnya, pemanfaatan minyak nilam sebagai anti bakteri belum ada di Banda Aceh . 

"Dengan kondisi inilah, enam mahasiswa Unsyiah termotivasi  untuk menggunakan minyak nilam tersebut dengan menciptakan produk hand sanitizer cantila," ujar Chindy Maulizar.

 “Hand sanitizer cantila karya kami ini fungsinya lebih baik dibandingkan dengan hand sanitizer  lainnya dikarenakan hand sanitizer ini berbasis herbal dengan memanfaatkan minyak sereh sebagai pengganti alkohol yang berfungsi sebagai antibakteri dan anti nyamuk,”  pungkas Chindy Maulizar.(*) 

Penulis: Idris Ismail
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved