Tak Bisa Sidik Jari, Pasien RS Sigli Mengaku Disuruh Pulang, Direktur: Tetap Dilayani Manual

"Saya terkejut saat ayah saya disuruh petugas agar dibawa pulang karena tidak bisa melakukan sidik jari lantaran internet terganggu," kata Munawar.

Tak Bisa Sidik Jari, Pasien RS Sigli Mengaku Disuruh Pulang, Direktur: Tetap Dilayani Manual
SERAMBINEWS.COM/NURNIHAYATI
KORBAN gempa asal Pidie Jaya tidur di teras dan lorong RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Kamis (8/12). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Nasib puluhan warga gagal berobat di poli Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie, Senin (24/6/2019). Pasalnya mereka tidak bisa melakukan sidik jari atau finger print karena terganggunya jaringan internet.

Sidik jari harus dilakukan bagi calon pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena peraturan BPJS 2019.

Baca: Caketum Hipmi Pusat Duek Pakat dengan Pengusaha Aceh

"Saya terkejut saat ayah saya disuruh petugas agar dibawa pulang karena tidak bisa melakukan sidik jari lantaran  internet terganggu," kata Munawar (32) warga Gampong Pasi Lhok, Kecamatan Kembang Tanjong kepada Serambinews.com, Senin (24/6/2019).

Ia menjelaskan, selain ayahnya, juga ada puluhan warga harus pulang. Padahal, di antara mereka ada pasien jauh, misalnya dari Geumpang.

"Ayah saya mengalami penyakit paru dan jantung yang tidak perlu dilakukan sidik jari, tapi tetap tidak dilayani oleh petugas poli," jelasnya.

Baca: Tahu dari Pemberitaan, Kemenag RI Tinjau Gedung Embarkasi Haji di Pulau Rubiah

Direktur Yayasan Pos Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBH-HAM) Pidie, Said Safwatullah, kepada Serambinews.com, Senin (24/6/2019), menyebutkan Pemerintah Aceh harus bersikap terhadap peraturan BPJS yang semakin membuat masyarakat semakin sulit berobat.

"Saya berharap Pemerintah Aceh cabut saja kerja sama dengan BPJS, seperti Bali yang tidak mau bekerja sama dengan BPJS," ujarnya.

Dikatakan, hadirnya BPJS jangan mempersulit pasien yang berobat lewat regulasi yang berlebihan, sehingga masyarakat miskin semakin susah berobat gratis.

"Lebih baik kembali ke model JKRA yang pernah diterapkan dahulu," sarannya.

Baca: Pasangan Digrebek di Warung Lambhuk Ditahan

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, drg Mohd Redha Faisal MARS, kepada Serambinews, Senin (24/6/2019), mengakui warga yang berobat di poli sempat tidak bisa terlayani dua jam akibat tidak terkoneksi jaringan internet pada alat sidik jari.

"Namun kemudian pelayanan dilakukan secara manual, sehingga pasien terlayani kembali," jawab drg Mohd Redha Faisal. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved