Platform Indonesiana Kemendikbud Gelar Festival Sindoro-Sumbing 2019

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem kebudayaan yang mengakar kuat pada kearifan-kearifan lokal masyarakat

Platform Indonesiana Kemendikbud Gelar Festival Sindoro-Sumbing 2019
FOR SERAMBINEWS.COM
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program Platform Indonesiana menggelar Festival Budaya Sindoro - Sumbing, 9 Juni - 25 Juli 2019. 

Platform Indonesiana Kemendikbud Gelar Festival Sindoro-Sumbing 2019

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program Platform Indonesiana menggelar Festival Budaya Sindoro - Sumbing, 9 Juni - 25 Juli 2019.

Sindoro-Sumbing, nama dua gunung di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Demikian Wiro Anjani, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung dalam pernyataanya, Selasa (25/6/2019).

Baca: Jalan di Kaloy Aceh Tamiang Rusak, Habiskan APBA Rp 5,4 Miliar, Pekerja Salahkan Truk Pasir dan Batu

Festival ini bertema "Lestari; lestari alamnya, lestari budayanya, lestari masyarakatnya".

Ini dirancang sebagai event unggulan berbasis budaya untuk peningkatan standar tata kelola dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya sesuai potensi dan karakter budaya di kawasan masing-masing.

Disebutkan, Festival Sindoro-Sumbing 2019 diisi berbagai kegiatan berbasis budaya seperti

"Ngopi di Pampringan" yang mengupas budaya dan ritus minum kopi "Sarasehan Budaya dan Workshop Kostum Jarang Kepang, Java International Folklore Festival Featured: ASEAN Contemporary Dance Festival; Mangreksa Wana Mapageh Sang Watu Kulumpang; Bedhol Kedaton; Birat Sengkala dan Parade Tapa Bisu; serta Ruwat Cukur Rambut Gembel dan Pentas Tari Kolosal Topeng Lengger.

Baca: Jatuh Dari Lantai Tiga, Pria Berbobot 90 Kg Hanya Luka Ringan, Sedangkan Pria Ditimpanya Tewas

Program Platform Kebudayaan Indonesiana, merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mendorong dan memperkuat Pemajuan Kebudayaan sesuai UU No. 5 Tahun 2017.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem kebudayaan yang mengakar kuat pada kearifan-kearifan lokal masyarakat.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved