Lapas di Aceh Rawan Kerusuhan, Ini sejumlah Fakta yang Terungkap dan Mengemuka

masalah permasyarakatan memang merupakan persoalan yang sering muncul dan itu bukan hanya terjadi di Aceh, tetapi di seluruh Indonesia

Lapas di Aceh Rawan Kerusuhan, Ini sejumlah Fakta yang Terungkap dan Mengemuka
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Agus Toyib, BcIP SH MH 

Di samping 70 persen napi yang ditahan di lapas-lapas didominasi oleh kasus narkoba, kelebihan kapasitas serta jumlah petugas yang tidak sebanding juga menyebabkan tingkat kerawanannya itu cukup tinggi.

“Dari angka yang hampir mencapai 9 ribu napi yang ada di seluruh lapas di Aceh saat ini, 70 persen dari napi tersebut terlibat kasus narkoba. Lalu dari jumlah rasio petugas kami yang mengawas di lapas-lapas juga sama sekali tidak sebanding. Kalau bisa kami katakan, satu petugas kami itu harus mengawasi 60 sampai 70 napi dan jumlah itu sudah tidak efektif dan tidak sebanding. Idealnya, satu orang petugas itu mengawal 20 napi,” sebutnya.

Lalu, para petugas di lapas-lapas juga tidak dibekali pelatihan khusus kemampuan ilmu bela diri, kecuali belajar sendiri.

Di samping itu minimnya prasarana dan sarana untuk mendeteksi barang-barang terlarang yang dibawa dan masuk ke dalam lapas serta alat-alat pendeteksian lainnya, seperti penggunaan handphone juga belum begitu mendukung.

Baca: Orang Aceh Baik dan Ramah-ramah, Pengakuan Mahasiswi Asal Jepang

Sehingga cara-cara manual lah yang selama ini mampu diandalkan oleh petugas yang menghadapi berbagai kondisi di lapas untuk memeriksa di lapas serta barang-barang bawaan pengunjung.

“Itu belum lagi, tingkat kunjungan yang tiap harinya mencapai 200 orang per hari. Bayangkan saja, mulai jam 7 pagi mulai bertugas sampai jam 2 siang, setelah itu baru ganti shift di jam 2 siang, bagaimana kondisi petugas yang menerima kunjungan sampai 200 orang per hari. Hal itu juga menjadi salah satu persoalan dan kondisi seperti ini kita harapkan menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Kakanwil Kemenkumham Aceh ini pun sangat memahami beratnya tanggung jawab dan tantangan yang dihadapi setiap petugas lapas.

Karena kondisi di lapas-lapas Aceh saat ini dalam situasi dan kondisi yang tidak normal, seperti kerusuhan yang terjadi di Lapas Lhoksukon, Aceh Utara, beberapa waktu lalu.

Dari kapasitas 75 napi, terungkap jumlah napi yang ada di sana mencapai 500 orang.

Baca: Kisah Pilu Wanita Indonesia yang Dijual Menikahi Pria China, Dipukuli Suami dan Dilecehkan Mertua

Lalu, berbagai hal lainnya, pungkas Agus Toyib akan mempengaruhi keinginan napi untuk melakukan kerusuhan.

Halaman
123
Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved