Fenomena Baru Penghuni Lapas di Aceh, Dari Kejahatan Konvensional ke Kasus Narkoba

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Aceh, Agus Toyib BcIP SH MH, mengungkapkan fenomena baru kejahatan bagi mantan narapidana (napi) yang..

Fenomena Baru Penghuni Lapas di Aceh, Dari Kejahatan Konvensional ke Kasus Narkoba
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kakanwil Kemenkumham Aceh, Agus Toyib BcIP SH MH. 

"Di samping jumlah napi yang ada di lapas-lapas telah melebihi kapasitas, selain itu, dari hampir 9 ribuan napi-napi tersebut, 70 persen terlibat dalam kasus narkoba," ungkap Agus Toyib.

Baca: Indonesia Open 2019 - Marcus/Kevin Lawan Wakil Jepang yang Mereka Kalahkan di Final Tahun Lalu

Baca: Dengan Iuran Beras Warga Bangun Masjid Rp 2,9 Miliar, Target Lima Tahun Siap

Baca: Ranpergub Forum PRB Aceh Masuki Tahap Diskusi Publik

Kekhawatiran itu sangat besar, ungkap Kakanwil Kemenkumham Aceh ini. Karena, tren kasus narkoba terus meningkat di Aceh dibandingkan kasus kriminal lain.

Penghuni LP saat ini didominasi oleh narapidana kasus narkoba. Bahkan, pengguna narkoba saat ini bukan saja orang berduit, tapi juga merambah masyarakat kecil.

Parahnya lagi, ungkap Agus Toyib, meski Aceh memiliki LP husus narkotika di Langsa yang 100 persen penghuninya kasus narkoba, tapi narapidana narkoba juga terdapat di 25 LP di seluruh Aceh.

"Artinya tidak ada satu daerah pun yang steril dari narkoba," sebutnya.

Jadi lanjut Kakanwil Kemenkumham Aceh Agus Toyib, sebenarnya Aceh berada di zona merah dan berada di urutan dua poetensi kerawanannya dari 33 provinsi di Indonesia.

Penyebabnya bukan saja narkoba, kapasitas juga jadi salah satu persoalan.

"Kan kalau penghuninya banyak tapi orang nyaman masih aman. Tapi kalau kenyamanan di lapas terganggu, itu yang paling berpengaruh (rusuh),” sebutnya.

Ia mengungkapkan, LP di daerah lain juga over, tapi tidak separah di Aceh, dari kapasitas 100 menjadi 300 orang.

“Kalau sudah over tingkat emosional orang cepat naik. Gara-gara rokok saja orang bisa saja berantem, gara-gara rebutan ke WC bisa berantem, gara-gara tidur bisa berantem,” kata Agus.

Halaman
123
Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved