Kupi Beungoh

Silpa Rp 1,6 Triliun dan Politik Raket Bak Pisang

pascamusibah yang mendera Irwandi Yusuf, aksi sosial membangun rumah dhuafa pun langsung terhenti.

Silpa Rp 1,6 Triliun dan Politik Raket Bak Pisang
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Halim El Bambi 

Politik Raket Bak Pisang

Oleh: Halim El Bambi*)

SESAK dada ini, mengalir air mata ini manakala melihat uang sebanyak Rp 1,6 triliun harus menjadi SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) karena tak habis digunakan untuk membangun Aceh pada Tahun 2018. 

Istilah awamnya, uang ini harus dikembalikan lagi ke Jakarta.

Disebut demikian, karena meski uang ini tetap berada di kas Pemerintah Aceh, tapi penggunaannya harus seizin Pemerintah Pusat (Jakarta) atau biasanya diluncurkan pada tahun anggaran selanjutnya.

Sementara itu warga pedalaman harus berjibaku menantang maut saat menyeberang sungai untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.

Jembatan tak terbangun,  mereka pun harus menantang maut demi sekolah.

Lalu masih ada puluhan ribu kaum dhuafa masih merintih dalam kepapaan di rumahnya yang mengenaskan.

Mereka menunggu dengan penuh linangan air mata akan uang-uang itu sekiranya mampu mengubah impian mereka memiliki gubuk yang layak.

Sebagai bagian dari sebuah partai lokal di Aceh, saya pada 2017 lalu kerap diminta turun langusng ke kampung-kampung oleh Irwandi Yusuf dan Ibu Darwati A. Gani melihat langsung dan mendata kondisi rakyat Aceh masih banyak bergelimang kemiskinan.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved