Kupi Beungoh
Silpa Rp 1,6 Triliun dan Politik Raket Bak Pisang
pascamusibah yang mendera Irwandi Yusuf, aksi sosial membangun rumah dhuafa pun langsung terhenti.
Bandingkan dengan anggaran pemerintah yang memplot 1 rumah mencapai Rp 80 juta, bagi saya uang sebanyak ini bisa saya pecah menjadi 2 rumah layak huni.
Namun, paska musibah yang mendera Irwandi Yusuf, aksi sosial membangun rumah dhuafa pun langsung terhenti.
Semuanya macet.
Baca: Kabar Terbaru Irwandi Yusuf Lebaran di Rutan KPK, Keluarga Bawa 1 Kilo Alpukat dan Camilan Hari Raya
Baca: Heboh Tambang Emas di Aceh, Irwandi Yusuf Sebut Pernah Tolak Beri Persetujuan Izin PT Linge Mineral
Saya pun kehilangan pekerjaan di beberapa tempat, akibat efek pemimpin yang sudah berganti.
Mereka mendepak saya meski saya sendiri awalnya bekerja untuk no 6 juga.
Kondisi saya pun terpuruk.
Banyak masyarakat bertanya mengapa tidak lagi melanjutkan pembangunan rumah dhuafa.
Setelah saya jelaskan sikon Aceh terkini, mereka hanya pasrah sambil mengurut dada.
Saya pribadi pun menahan beban moral karena masih banyak cita-cita yang terhenti dan semua itu menjadi mimpi.
Seandainya pemerintah memamfaatkan uang sebanyak triliunan itu dengan membangun kerjasama swakelola dengan timses-timses Irwandi - Nova, mungkin program mulia pembangunan rumah dhuafa versi swadaya bisa dilanjutkan lagi dan uang itu tak semudahnya dikembalikan ke Jakarta.
Rumah-rumah dhuafa pun terbangun.
Baca: Tak Terima Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
Baca: Warga Pertanyakan Realisasi Rumah Dhuafa Baitul Mal
Saya agak miris melihat rumah-rumah dhuafa yang dibangun pemerintah kualitasnya jauh dari angka anggaran yang besar.
Gradenya Rp 70-80 juta, tapi rumah yang terbangun cukup kecil dan rasanya jauh dari harapan bila dibandingkan rumah yang saya bangun dengan cara swadaya dengan anggaran minimal Rp 25 juta dan maksimal Rp 40 juta, tapi hasilnya kokoh meski dengan batako isi semen.
Tapi mau bilang apa, pemerintah lebih membangun kerja sama dengan mem-PL-kan pembangunan rumah miskin ke perusahaan yang mereka kenal.
Sementara itu, relawan/timses Irwandi - Nova hanya bisa melongo dan meratapi nasib menjadi pengangguran abadi.
Mereka pun kini --termasuk saya--bekerja serabutan demi bertahan dari kejamnya politik raket bak pisang.
*) PENULIS adalah Tim Sukses Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah pada Pilkada Aceh 2017.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/halim-el-bambi.jpg)